BOGOR — Institut Fundraising Indonesia kembali menggelar Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 di Lorin Hotel Sentul (27/1). Sebanyak 53 lembaga bergabung di ajang ini, dengan 42 kategori serta 8 anugerah khusus. Adara meraih penghargaan Fundraising Program Internasional Terbaik, sebagai apresiasi program Bangun Kembali Gaza yang telah dijalankan sejak 2024.

“Barakallah atas kerja tim dari seluruh pengurus Adara, alhamdulillah di tahun ini kita dinilai memiliki program-program terbaik, khususnya untuk Palestina,” tutur Maryam Rachmayani, Direktur Utama Adara Relief International.
Rufaidah Ulfaturrahmah, Direktur Finance & Operational turut menambahkan, “Alhamdulillah, rasa syukur dan terimakasih kepada seluruh sahabat Adara, mitra, komunitas, dan seluruh pihak yang telah bergandeng tangan menghadirkan harapan bagi rakyat Gaza.”

Maryam mengucapkan terima kasih kepada seluruh Sahabat Adara yang telah mendukung program Adara hingga saat ini. Semoga penghargaan ini membuat kita terus istikamah untuk memperjuangkan Palestina, karena Palestina harus merdeka.
“InsyaAllah penghargaan ini menjadi penguat komitmen kami untuk terus membersamai perjuangan Palestina melalui kerja-kerja kemanusiaan yang berkelanjutan dan profesional,” imbuh Rufaidah.
Masa Depan Filantropi: Dari Penghimpunan Dana Menuju Peradaban Berkelanjutan

“Mengutip tema Flourishing Future, ajang ini bertujuan untuk supaya masa depan fundraising tidak hanya bertumbuh secara angka, namun juga secara makna dan value, etika, dan bertanggung jawab secara sosial,” papar Dr. Rini, Ketua Dewan Juri IFA 2025.
Dewan juri terdiri dari para ahli dan praktisi sosial, meliputi Urip Budiarto, S.P., M.E., Dr. Rini Supri Hartini S.E., M.Si., CA., Surya Rahman Muhammad, S.Psi., M.MB, serta Sri Sugiyanti S.Sos.. Tim juri IFA 2025 menilai berdasarkan laporan keuangan, presentasi program, serta surat keabsahan lembaga yang telah dikirimkan peserta.
Arifin Purwakananta, Pembina Institut Fundraising Indonesia, menyatakan bahwa lembaga kemanusiaan kini telah menjadi mitra strategis pemerintah melalui dedikasinya dalam menjawab berbagai persoalan sosial. Filantropi tidak lagi hanya berfokus pada perkembangan lembaga, tetapi juga berperan aktif memikirkan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Sri Sugiyanti menegaskan bahwa agenda ini menjadi momen untuk refleksi sekaligus membangun kolaborasi kebaikan di masa mendatang.
Bangun Kembali Gaza: Solidaritas Nyata untuk Pemulihan dan Harapan Gaza
Dr. Rini turut menuturkan bahwa solidaritas Indonesia kian menguat baik di kancah nasional maupun internasional.
Salah satu krisis kemanusiaan yang terus menjadi perhatian adalah kondisi di Gaza. Di tengah situasi yang porak poranda akibat agresi, Gaza membutuhkan langkah berkelanjutan untuk memulihkan kehidupan masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, Adara turut mengambil peran melalui program Bangun Kembali Gaza.
Sejak tahun 2024, Adara memulai program Bangun Kembali Gaza. Sebanyak 173.044 warga Gaza telah terbantu berkat kebaikan dari Sahabat Adara.

Program ini turut berkontribusi dalam empat poin SDGs:
- 2) Mengakhiri Kelaparan, melalui pembangunan sumur irigasi, pengadaan ladang sayur, serta memfasilitasi warga Gaza untuk membangun kebun mini di tenda darurat masing-masing.
- 3) Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan. Sejak 2021, Adara telah menyalurkan bantuan ambulans serta bantuan kesehatan.
- 4) Pendidikan Bermutu, melalui sekolah darurat yang memiliki 880 siswa. Sementara itu, 30.000 jamaah telah memanfaatkan Masjid Sahabat Adara sebagai pusat ibadah dan pendidikan.
- 6) Akses Air Bersih dan Sanitasi, melalui penyaluran air bersih, sanitasi, serta pembangunan sumur.

Sahabat, jangan biarkan kebaikan ini berhenti di sini. Mari bersama bangun kembali harapan untuk Gaza.








