JAKARTA-Apa yang tergambar di benak Sahabat Adara ketika membayangkan sebuah sekolah? Apakah anak-anak yang mengenakan seragam dan membawa ransel warna warni? Atau ruangan kelas yang penuh dengan pertanyaan antusias dan tawa ceria anak-anak? Semua yang terbayang di benak kita adalah bayangan sekolah-sekolah di Tepi Barat, jika pemukim dan pasukan Israel tidak melakukan penyerangan terus-menerus. Kenyataannya, sekolah tidak menjadi tempat yang aman di Tepi Barat, bahkan Israel telah merenggut nyawa ratusan siswa dan tenaga pendidikan sejak 7 Oktober 2023. Menempuh pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap anak, termasuk anak-anak Palestina, oleh sebab itu, pada 2 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan pendidikan untuk 290 anak di Yatta, Tepi Barat.

Sejak 7 Oktober 2023, serangan pasukan Israel tidak hanya menghancurkan Jalur Gaza, tetapi juga berdampak pada penduduk Palestina di Tepi Barat, tak terkecuali anak-anak. Sejak 2023, tercatat bahwa Israel telah menghabisi nyawa 147 siswa dan staf pendidikan di Tepi Barat dan melukai 1.050 lainnya. Selama periode tersebut, pasukan Israel juga menghancurkan dua sekolah dan menyerang sejumlah fasilitas pendidikan dan universitas, juga menahan 1.039 mahasiswa di Tepi Barat.
Sekolah dan lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak karena menempuh pendidikan merupakan hak dasar yang harus terpenuhi bagi setiap anak. Akan tetapi, anak-anak Palestina di Tepi Barat belum mendapatkan hak mereka karena pasukan dan pemukim Israel secara rutin melakukan serangan ke sekolah-sekolah dan menangkap anak-anak tanpa alasan yang jelas. Sekolah yang biasanya menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain bersama teman-teman mereka, telah berubah menjadi tempat yang menakutkan bagi anak-anak di Tepi Barat.

Meski perjalanan ke sekolah merupakan rutinitas yang menakutkan bagi anak-anak karena ancaman serangan dari pasukan dan pemukim Israel, namun anak-anak Palestina tetap memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu. Oleh karena itu, dengan harapan agar anak-anak di Tepi Barat dapat menempuh pendidikan dengan kondisi yang lebih baik, pada 2 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International melaksanakan program Back to School di Tepi Barat. Adapun bantuan pendidikan yang diberikan berupa peralatan sekolah seperti seragam, ransel, dan alat-alat tulis bagi 290 anak yatim dan membutuhkan di Yatta, Tepi Barat. Selain itu, tim Adara juga menyediakan tempat bermain bagi anak-anak.




Meski kondisi di Tepi Barat saat ini masih belum stabil, namun bantuan pendidikan dari Sahabat Adara telah membantu anak-anak di Tepi Barat untuk mendapatkan kembali hak mereka atas pendidikan. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan pendidikan darimu telah menjadi harapan bagi ratusan anak Palestina di Tepi Barat. Hari ini mereka memang masih anak-anak, namun besok lusa, semoga bantuan pendidikan darimu akan mengantarkan mereka menjadi pemuda berprestasi yang membanggakan tanah air mereka.








