Otoritas Israel menyita 109 hektar tanah Palestina pada Selasa (16/7) di Desa Shabtain, Deir Ammar dan Deir Qadis di sebelah barat Ramallah di Tepi Barat yang dijajah.
“Proses perampasan tanah dengan dalih ‘tanah negara’ bertujuan untuk memperketat kontrol atas semua tanah di sekitar permukiman [ilegal] Israel di Nili dan Naale yang dibangun di atas tanah Palestina,” jelas Komisi Penjajahan dan Perlawanan Tembok yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina dalam sebuah pernyataan media.
“Wilayah yang menjadi sasaran merupakan tanah Palestina yang berada di sekitar dua permukiman yang disebutkan sebelumnya, dan melengkapi wilayah yang telah dirampas oleh penjajahan Israel dalam beberapa tahun terakhir.”
Menurut komisi tersebut, perampasan tanah Palestina yang “gila-gilaan” itu mengungkap niat penjajah Israel yang jelas-jelas hendak mengubah tatanan wilayah Palestina.
“Otoritas penjajahan Israel ingin menghilangkan kemungkinan berdirinya negara Palestina dengan akses yang terhubung di antara semua wilayah Palestina.”
Pada awal Juli, otoritas penjajahan Israel menyetujui penyitaan lebih dari 3.100 hektar tanah Palestina di Tepi Barat yang dijajah. Menurut LSM Israel Peace Now, ini adalah perampasan tanah terbesar dalam tiga dekade.
Organisasi tersebut menambahkan, “Perampasan tanah tersebut merupakan yang terbesar sejak Perjanjian Oslo 1993, dan tahun 2024 dianggap sebagai tahun puncak di mana wilayah tertentu telah disita dan dinyatakan sebagai tanah negara.”
Hukum internasional menyatakan dengan jelas bahwa Tepi Barat dan Yerusalem (Al-Quds) adalah wilayah Palestina yang dijajah, dan pembangunan serta perluasan permukiman di wilayah tersebut adalah ilegal. Bahkan, PBB telah memperingatkan bahwa perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki adalah kejahatan perang dan berisiko menghilangkan “setiap kemungkinan praktis untuk mendirikan Negara Palestina yang layak.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








