Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, menerima kehadiran para musisi Palestina pada Senin (18/7) di ibu kota Turki, Ankara. Mereka akan menampilkan “Konser Perdamaian” di Presidential Symphony Orchestra (CSO) di Ankara pada Selasa (19/7) dan di Pusat Kebudayaan Ataturk di Istanbul pada Kamis (21/7).
Berbicara pada acara penyambutan, ia mengatakan bahwa ide untuk konser itu muncul setelah panggilan telepon yang ia lakukan dengan musisi Palestina, Mariam Afifi. Musisi tersebut sempat Israel tahan pada Mei 2021 karena aksinya dalam membela Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem). Potret Mariam Afifi yang tersenyum di tengah serangan brutal Israel terhadap warga Palestina membuatnya menjadi salah satu simbol perlawanan kala itu.
Ibu negara Turki mengatakan bahwa kaum Muslim, Kristen, dan Yahudi dapat hidup bersama di masa lalu dan mengembangkan ikatan yang mengakar. Ia menyoroti bahwa berbagai agama dan sekte pernah hidup dalam iklim perdamaian yang unik di Palestina di bawah pemerintahan Ottoman. Dia mencontohkan bahwa Muslim, Kristen dan Yahudi bisa hidup bersama dalam persahabatan dan ibadah secara bebas di Anatolia, tempat banyak peradaban bersinggungan dan tempat berbagai agama, bahasa dan ras hidup berdampingan.
“Namun, hari ini, di seluruh dunia, upaya besar sedang berjalan untuk membuat orang melawan satu sama lain berdasarkan keyakinan mereka. Rasisme telah menginfeksi hati mereka seperti penyakit yang tidak dapat sembuh. Jika kita mencari obat untuk ujian dan masalah sulit di dunia ini, kita harus menerapkan resep peradaban. Kita harus menghidupkan kembali budaya toleransi dan mempertahankannya. Untuk itu, pertama-tama, kita perlu menerima semua orang sebagai bagian dari persaudaraan,” tambahnya.
Baca juga “Darbet Shams, Sebuah Band yang Menyampaikan Realita Kehidupan di Palestina“
“Kejahatan terhadap kemanusiaan harus menjadi perhatian kita bersama. Tanpa kecuali, masing-masing harus masuk dalam agenda masyarakat internasional. Di mana pun pelanggaran hak asasi manusia, hak perempuan dan hak anak terjadi, hati kita harus berdetak di sana. Karena hati nurani yang sejati sama-sama dekat dengan hati kita dan semua air mata yang tertumpah,” kata Emine Erdogan.
“Pada titik ini, saya percaya bahwa seni adalah alat yang paling cepat menjangkau orang dan menyampaikan ide dan emosi dalam bentuk yang paling halus,” kata Ibu Negara. “Karena seni, menembus segala prasangka, mencapai titik hati yang paling sensitif, polos dan paling dekat dengan kebenaran. Itu mengingatkan orang pada perdamaian dan persatuan. Karena itu, jika ada obat yang bisa membuat orang menjadi peka, itu adalah seni.” tambahnya.
Sumber:
https://www.#/20220719-turkiye-first-lady-receives-palestinian-musicians/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








