Ahmed Manasra baru berusia 13 tahun ketika seorang hakim Israel mengadilinya atas tuduhan “terorisme”. Tujuh tahun berselang, kini usianya hampir 21 tahun, dan ia masih berada di balik jeruji besi, ditahan secara tidak sah selama tujuh tahun. Pemuda itu menjadi fokus media lokal dan internasional, menyusul seruan pembebasannya dari kekerasan fisik dan psikologis yang dia alami setiap hari di penjara Israel.
Ahmed ditangkap oleh pasukan Israel pada 2015 karena diduga terlibat dalam serangan penusukan yang dilakukan oleh sepupunya yang berusia 15 tahun, Hasan Manasra, di lingkungan Al-Quds Timur yang diduduki. Namun, ibunya mengatakan “Ahmed adalah anak yang baik, lembut, dan tidak pernah menyakiti makhluk hidup. Pasukan Israel merampasnya ketika ia baru berusia 13 tahun, di ambang kehidupan dewasa, ketika kepribadiannya benar-benar mulai berkembang. Sekarang karakternya dibentuk oleh dinding penjara dan sipirnya.”
Maysoon Manasra memiliki kesempatan untuk melihat putranya, pertama kalinya dalam setahun, ketika ia muncul di pengadilan pada 13 April lalu. “Anakku, aku di sini,” teriaknya. “Aku ingin memelukmu.” Namun, Maysoon tidak diizinkan untuk mendekatinya. Dalam sidang terakhir itu, Ahmad rupanya bertanya kepada pengacaranya apakah bunuh diri itu dilarang. Namun, kampanye media sosial telah mengesampingkan pemikiran seperti itu dan membangkitkan optimisme, jelas Maysoon. “Saya memimpikan momen ketika saya bisa memeluknya.”
“Selama tujuh tahun saya hidup dalam teror dan kecemasan,” kata Maysoon. “Saya tidak bisa makan, tidur, atau melanjutkan hidup saya. Pikiran saya selalu disibukkan dengan anak saya dan bagaimana dia bisa bertahan dalam kondisi seperti itu, dan setiap kali melihat Ahmed, saya melihat tanda-tanda siksaan dan penderitaan pada dirinya.” Maysoon juga menambahkah bahwa terkadang, telepon yang mereka gunakan untuk berkomunikasi di ruang pengunjung penjara tidak berfungsi. Dengan kaca tebal yang memisahkan mereka, mereka harus menggunakan isyarat tangan.
Sumber:
https://www.#/20220427-i-am-dreaming-of-the-moment-i-hug-him-says-ahmed-al-manasras-mother/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








