Pejabat Palestina di Masjid Al-Aqsa melaporkan bahwa air hujan masuk ke atap masjid yang bocor dan sejumlah ubin lantai runtuh di dalam kompleks masjid pada hari Rabu (8/2), lapor Pusat Informasi Palestina. Menurut para pejabat, air hujan masuk dari lubang atap ke dalam ruang salat Masjid Al-Aqsa. Sementara itu, beberapa ubin hancur di dekat Gerbang Al-Ghawanmeh. Para pejabat menegaskan bahwa pembatasan Israel pada pekerjaan restorasi di Masjid, dan penggalian bawah tanah di bawah fondasinya adalah penyebab masalah tersebut.
Syekh Najeh Bakirat, wakil kepala Administrasi Wakaf Islam di Al-Quds, memperingatkan bahwa penolakan Zionis Israel untuk mengizinkan Wakaf Islam melakukan renovasi terhadap bangunan dan bangunan Masjid Al-Aqsa merupakan bahaya besar terhadap keberadaannya. Sheikh Bakirat menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas kerusakan apa pun yang terjadi di Masjid Al-Aqsa dan mengimbau organisasi internasional untuk mengambil tindakan untuk menyelamatkan Masjid tersebut.
Beberapa hari setelahnya, puluhan pemukim fanatik Israel yang dijaga oleh polisi hari Minggu (12/2) masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds, menurut sumber-sumber lokal. Saksi mengatakan kepada WAFA bahwa pemukim Israel memasuki kompleks melalui Gerbang Maroko dengan berkelompok dan melakukan ritual di sana di bawah perlindungan petugas polisi Israel.
Wakaf Islam telah berulang kali menggambarkan kehadiran para pemukim di Masjid Al-Aqsa sebagai hal yang provokatif, dengan mengatakan bahwa jamaah dan penjaga Palestina di Al-Aqsa merasa tidak nyaman dengan kehadiran polisi Israel dan para pemukim yang mengunjungi tempat suci Islam tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








