Klub Tawanan Palestina (PPS) mengatakan pada Sabtu (8/4) bahwa otoritas pendudukan Israel terus menahan warga Palestina dalam penahanan administratif tanpa dakwaan atau persidangan dan dengan dalih memiliki “berkas rahasia”. Mereka menambahkan bahwa jumlah tahanan administratif di penjara Israel telah mencapai 1016 sampai akhir Maret, termasuk enam anak di bawah umur dan seorang perempuan, tertinggi sejak 2003. Dikatakan, jumlah perintah penahanan administratif yang dikeluarkan sejak awal tahun ini adalah sekitar 800, yang kebanyakan merupakan perintah baru.
PPS mengatakan penahanan administratif meningkat secara signifikan sejak tahun lalu dibandingkan beberapa tahun terakhir. Pada Januari 2022, jumlah tahanan administratif ada sekitar 500 orang, dan pada akhir 2022 jumlahnya melebihi 850 orang. Selama sembilan tahun terakhir, otoritas pendudukan Israel telah mengeluarkan sekitar 13.000 perintah penahanan administratif, yang tertinggi adalah tahun lalu, hingga mencapai 2.409 perintah. Sebanyak 80% dari tahanan administratif adalah mantan tahanan yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara Israel sebagai tahanan administratif.
Penahanan administratif adalah prosedur yang memungkinkan militer Israel menahan tawanan tanpa batas waktu berdasarkan informasi rahasia tanpa memedulikan hak tawanan untuk diadili atau mengetahui alasan penahanannya. Strategi ini digunakan hampir secara eksklusif untuk menahan warga Palestina dari wilayah Palestina yang meliputi Tepi Barat, Al-Quds (Yerusalem) Timur, dan. Jalur Gaza.
Sumber:
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








