Tak terbendung haru dan bahagia yang dirasakan Hilwah Hamamirah, perempuan Palestina yang akhirnya dibebaskan Rabu kemarin (25/8) setelah menjadi tawanan tentara Israel selama 6 tahun.
Ia memeluk putrinya yang sudah beranjak kanak-kanak, setelah ia tinggalkan dalam kondisi masih menyusui saat ditangkap tentara Israel.
”Kekejaman dan kekerasan yang saya alami tidak dapat digambarkan oleh kata-kata, setiap hari saya hanya bersenandung dan berdoa agar bisa bertemu dengan Maysam”
Hilwah menceritakan bahwa ia ditangkap dan mengalami cedera parah hingga masuk ke Rumah sakit Israel. Di sana, ia diancam dengan pisau dan ditakut-takuti bahwa bayi dan suaminya akan dilukai. Hal ini menimbulkan trauma psikologis hingga setiap hari dibayangi kekhawatiran dan ketakutan.
Selain Hilwah, masih ada sepuluh ibu Palestina yang juga ditangkap dan dipisahkan dari bayi-bayi mereka. Sementara, saat yang paling menyakitkan bagi mereka sebagai Ibu adalah, tatkala anak-anak mereka menjenguk mereka di penjara, kemudian anak-anak itu ditarik dan mereka menangis dengan keras.
Tawanan perempuan Palestina senantiasa mendukung satu sama lain agar tetap bersemangat sekaligus mengurangi tekanan mental yang mereka derita.
Sumber : Womenfpal
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








