Sejak 1948, lebih dari satu juta warga Palestina—dari kamp pengungsi, desa, hingga kota—telah mengalami hidup di penjara kolonial. Hampir tak ada keluarga Palestina yang tak disentuh oleh sistem ini. Para tawanan bukan sekadar angka, melainkan ayah, ibu, anak, sahabat, pemimpin, pelajar, dokter, dan pejuang.
Hari Tawanan Palestina yang diperingati tiap 17 April, tahun ini datang di tengah genosida yang berlangsung sejak 7 Oktober. Lebih dari 14.000 warga Palestina ditahan oleh Israel, termasuk sekitar 2.000 dari Gaza. Setidaknya 3.500 di antaranya berada dalam tahanan administratif—dipenjara tanpa dakwaan atau pengadilan di bawah “berkas rahasia” yang bisa diperpanjang tanpa batas waktu.
Setidaknya 63 tawanan telah gugur sejak Oktober, termasuk seorang anak bernama Walid Ahmed yang diduga meninggal akibat kelaparan yang disengaja. Jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, terutama dari Gaza, karena Israel menutup informasi dan diduga melakukan penghilangan paksa.
Kondisi penahanan sangat buruk meliputi penyiksaan fisik dan psikologis, kelaparan, pelecehan seksual, penolakan perawatan medis, dan pelanggaran hak asasi secara sistematis. Semua hak yang dimiliki para tawanan hari ini diraih lewat mogok makan dan perlawanan dalam penjara—bukan pemberian Israel.
Israel menjadikan penjara sebagai senjata penjajahan. Dari masa kolonial Inggris hingga hari ini, penjara digunakan untuk membungkam perjuangan—termasuk terhadap perempuan seperti Haneen Jaber, mahasiswa seperti Amr Kayed, dan tokoh seperti Ahmad Sa’adat dan Marwan Barghouti.
Gerakan Hamas juga menyerukan solidaritas global, menegaskan bahwa pembebasan para tawanan adalah prioritas utama dalam setiap perundingan tukar tawanan. Mereka mengecam taktik Israel sebagai “pembunuhan sistematis” dan mendesak komunitas internasional untuk menuntut akuntabilitas hukum.
Tawanan Palestina adalah cerminan perjuangan, penindasan terhadap mereka adalah upaya membungkam seluruh perjuangan bangsa Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








