Selama 20 hari berturut-turut, ribuan tawanan politik Palestina di penjara Israel melanjutkan tindakan protes mereka terhadap kampanye penindasan yang diprakarsai oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Protes oleh para tawanan ini termasuk menutup berbagai bagian penjara, menghentikan rutinitas sehari-hari, menolak mengenakan seragam wajib penjara berwarna coklat dan menolak untuk menjalani pemeriksaan keamanan harian.
Pada tanggal 14 Februari, Komite Darurat Tertinggi untuk Urusan Tawanan Palestina mengumumkan mulainya protes sebagai tanggapan atas kampanye penindasan yang sedang berlangsung oleh otoritas penjara Israel. Kampanye tersebut termasuk mengurangi jam penggunaan kamar mandi bagi tawanan Palestina menjadi hanya satu jam sehari.
Menurut Komisi Urusan Tawanan Palestina, tindakan protes akan meningkat menjadi aksi mogok makan terbuka yang akan mulai pada hari pertama Ramadan mendatang. Awal Februari, tawanan Palestina di penjara pendudukan Israel mengeluarkan pesan kepada orang-orang yang mendesak mereka untuk bersiap-siap menghadapi pemberontakan yang signifikan melawan kampanye penindasan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.
Ben Gvir mengumumkan pada 8 Januari keputusannya untuk membatalkan kebijakan yang memungkinkan setiap anggota parlemen di Knesset Israel mengunjungi warga Palestina di penjara. Tindakan kasar lainnya oleh Layanan Penjara Israel terhadap para tawanan juga termasuk mengurangi jumlah air yang mereka gunakan, dan mengurangi durasi mandi sehingga para tawanan hanya boleh mandi pada jam tertentu saja.
Sejak saat itu, Layanan Penjara Israel (IPS) mulai memindahkan tawanan di antara 20 penjara yang digunakan khusus untuk tawanan politik Palestina. Organisasi hak asasi manusia telah lama mengutuk otoritas penjara Israel atas perlakuan tidak manusiawi mereka terhadap tawanan Palestina. Warga Palestina telah melakukan mogok makan sejak 1968 untuk melawan isu-isu seperti sel isolasi, penolakan kunjungan keluarga, perawatan medis yang tidak memadai, dan kondisi merendahkan lainnya. Saat ini, penjara Israel telah menampung banyak tawanan politik Palestina, termasuk 160 anak dan sekitar 30 perempuan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








