Kementerian Kesehatan Gaza mengimbau organisasi internasional untuk segera mengirimkan tim medis ke Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, yang kini hanya memiliki satu dokter spesialis anak setelah hampir seluruh tenaga medis ditangkap atau dievakuasi oleh tentara Israel. Kementerian tersebut meminta bantuan dokter bedah dan tenaga medis lainnya untuk membantu merawat para pasien dan korban yang terluka.
Sebelumnya, Dr. Munir al-Bursh, direktur jenderal Kementerian Kesehatan, melaporkan bahwa 40 personel medis rumah sakit telah ditahan oleh pasukan Israel, dan 30 di antaranya masih dalam penahanan. Jumat lalu, kantor media pemerintah Gaza dan Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa mereka kehilangan kontak dengan staf medis di rumah sakit setelah serangan Israel.
Menurut saksi, pasukan Israel menarik diri pada Sabtu (26/10) setelah menahan ratusan orang, termasuk staf medis dan pasien, meninggalkan rumah sakit dalam kondisi krisis dengan kekurangan staf medis yang parah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








