Pasukan Israel membunuh dua anak laki-laki Palestina di Tepi Barat sejak Jumat (28/4). Jebril Mohammad Said Kamal, 17, ditembak di kepala dengan peluru tajam oleh pasukan Israel sekitar pukul 06.45 pagi pada 1 Mei di kamp pengungsi Aqbat Jabr, dekat kota Yerikho di Tepi Barat, menurut dokumentasi dari Defense for Children Internasional – Palestine (DCIP).
Pasukan khusus Israel memasuki kamp pengungsi sekitar pukul 06.00 untuk melakukan operasi penangkapan, diikuti oleh tentara Israel sekitar pukul 06.30, ketika penduduk Palestina menghadapi pasukan Israel. Setelah ditembak kepalanya, Jebril segera dipindahkan ke Rumah Sakit Pemerintah Yerikho, tetapi dokter menyatakan dia meninggal pada sekitar pukul 07:15 pagi.
Pasukan Israel juga menembak Mustafa Amer Ali Sabbah, 15, di dada dengan peluru tajam sekitar pukul 2 siang pada 28 April di desa Tuqu, dekat Betlehem, Tepi Barat, menurut dokumentasi DCIP. Mustafa menderita luka tembak di dada kirinya yang menembus keluar dari punggung kanannya. Serpihan peluru melukai jantung, paru-paru, hati, dan tenggorokannya. Mustafa dipindahkan ke pusat kesehatan di Tuqu, kemudian dokter menyatakan dia telah meninggal.
Menurut DCIP, pasukan Israel telah membunuh 20 anak Palestina sejak awal 2023, dengan 19 anak Palestina ditembak di Tepi Barat, dan seorang anak Palestina berusia 10 tahun di Gaza meninggal karena luka di kepala yang dideritanya akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza pada Agustus 2022.
Di bawah hukum internasional, kekuatan mematikan yang disengaja hanya dibenarkan dalam keadaan terdapat ancaman langsung terhadap nyawa atau cedera serius. Namun, investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh DCIP secara konsisten menunjukkan bahwa pasukan Israel menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak-anak Palestina dalam keadaan yang dapat menyebabkan pembunuhan di luar hukum atau disengaja.
Sebanyak 53 anak Palestina terbunuh pada tahun 2022, termasuk 36 anak Palestina yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel atau pemukim di Tepi Barat. DCIP juga telah mendokumentasikan pembunuhan 17 anak Palestina antara 5–7 Agustus setelah pasukan Israel melancarkan serangan militer di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








