Kementerian Kesehatan Gaza pada Jumat (05/12) mengingatkan masyarakat internasional tentang kasus Dr. Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan. Abu Safiya ditangkap pada 27 Desember 2024, ketika pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit Kamal Adwan, menahannya di bawah todongan senjata. Kementrian mendesak tindakan untuk mengungkapkan nasibnya dan mengamankan pembebasannya segera.
Pada bulan Oktober, Amnesty International, mengutip seorang pengacara yang mengunjungi Abu Safiya dan tawanan lainnya, mengatakan bahwa dokter tersebut telah mengalami pelecehan dan bentuk-bentuk perlakuan buruk lainnya. “Kami mengimbau kepada negara-negara di dunia untuk menjamin pembebasan Abu Safiya, mengungkapkan nasibnya, dan memberinya perlindungan di bawah hukum internasional,” kata kepala Kementerian Kesehatan Gaza, Munir Al-Bursh, di Telegram. Al-Bursh menekankan bahwa dokter tidak boleh menjadi target, dan mereka yang menculik dokter sebenarnya menculik semangat keadilan.
Dia menambahkan bahwa Abu Safiya “tidak ditahan karena membawa senjata atau menyakiti siapa pun, tetapi karena dia mempraktikkan profesi kemanusiaannya, membawa stetoskop dan hati yang penuh kasih, dan mendukung kehidupan orang-orang ketika dunia meninggalkan mereka.”
Al-Bursh mengatakan bahwa Abu Safiya dilarang melihat keluarganya, dan Israel menolak kesempatan untuk melanjutkan peran medisnya untuk membantu menyelamatkan nyawa.
Al-Bursh menyerukan agar Israel bertanggung jawab atas “kejahatan menculik dokter dan paramedis dan kejahatan menyiksa mereka.” Dia mendesak organisasi internasional dan hak asasi manusia untuk bertindak melindungi tim medis di Jalur Gaza dan mengamankan pembebasan Abu Safiya.
Israel telah membunuh lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 171.000 lainnya dalam serangan di Gaza sejak Oktober 2023, yang terus berlanjut, meskipun ada gencatan senjata dua bulan lalu.
Sumber: Middle East Monitor








