Kementerian Pendidikan Gaza mengumumkan pada Selasa (29/10) bahwa kampanye genosida yang terus berlangsung sejak Oktober 2023 telah memberikan dampak yang menghancurkan terhadap siswa, guru, dan infrastruktur pendidikan di seluruh wilayah tersebut. Berdasarkan data dari kementerian, setidaknya 11.852 siswa di Gaza terbunuh, sementara 18.959 lainnya terluka sejak agresi dimulai.
Di Tepi Barat, dilaporkan 114 siswa terbunuh dan ratusan lainnya terluka. Fasilitas pendidikan telah menjadi target utama, dengan 362 sekolah pemerintah dan universitas di Gaza mengalami kerusakan atau kehancuran, ditambah 65 fasilitas yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Agresi ini juga berdampak terhadap lebih dari 560 guru dan staf administrasi–banyak di antaranya terbunuh, terluka, atau ditahan. Akibat dari kehancuran luas ini, 718.000 siswa kini tidak dapat bersekolah dan banyak yang menderita trauma serta masalah kesehatan akibat agresi yang berkelanjutan. Menurut laporan UNRWA, hampir 80% gedung pendidikan di Gaza telah rusak, dengan empat dari lima sekolah terkena dampak secara langsung.
Infografis yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Palestina pada Rabu (30/10) juga menunjukkan bahwa hampir 12.000 siswa telah terbunuh di Gaza sejak pecahnya agresi pada 7 Oktober 2023. Lebih dari 18.000 siswa terluka, dan tidak ada satu pun dari puluhan universitas di Gaza yang masih utuh karena sebagian besar telah hancur akibat serangan udara atau darat oleh Israel.
Sumber:
https://english.almayadeen.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








