Konferensi Umum Gereja Episkopal Amerika di Amerika Serikat menyerukan Israel untuk menghentikan yahudisasi kota Al-Quds (Yerusalem). Konferensi tersebut mengadopsi beberapa resolusi, di antaranya seperti penolakan hukum boikot pemerintah Israel dan menghubungkan bantuan militer AS ke Israel dengan menghormati HAM Palestina.
Resolusi pertama, berjudul “Keadilan dan Perdamaian di Palestina”. Resolusi ini mengutuk penyerangan, isolasi, dan penindasan yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina. Konferensi meminta para pemimpin AS untuk mengambil tindakan penentangan hukum dan praktik Israel yang tidak memenuhi HAM.
Kedua, resolusi “Kebebasan Berekspresi dan Hak untuk Memboikot”. Resolusi ini meminta Presiden AS Joe Biden dan anggota kongres untuk “menentang undang-undang yang menghukum para pendukung gerakan BDS.”
Resolusi ketiga juga menyerukan untuk menghubungkan bantuan militer AS ke Israel dengan menghormati HAM Palestina. Namun, resolusi ini juga menekankan “komitmen lama gereja untuk memastikan bahwa bantuan militer AS dan penjualan senjata tidak digunakan untuk melanggengkan konflik, melanggar HAM, atau berkontribusi pada korupsi, ketidakstabilan, atau kekerasan.”
Konferensi mendesak badan-badan gereja untuk menentang bantuan militer AS ke Israel. Hal tersebut termasuk penjualan atau penyediaan senjata dan teknologi, seperti peralatan pengawasan ke negara-negara yang menunjukkan pelanggaran HAM yang terdokumentasi dengan baik, sedang berlangsung, dan mengerikan.
Dalam konteks terpisah, Dewan Uskup Gereja menyetujui sebuah resolusi yang menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya ancaman terhadap kehadiran Kristen di kota Al-Quds (Yerusalem) dan Al-Aqsa. Ancaman tersebut berasal dari kelompok-kelompok ekstremis Israel yang berusaha untuk melemahkan komunitas Kristen di kota itu. Gereja menjelaskan tekanan yang tumbuh dari mereka tersebut berusaha mengubah karakter kota yang multikultural, multi-etnis dan multi-agama.
Hal ini mengungkapkan keprihatinan gereja yang mendalam tentang konsekuensi yang berkelanjutan bagi kehidupan penduduk Christian Quarter di Kota Tua.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







