Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter melanda Afghanistan barat pada Minggu (16/10). Gempa tersebut terjadi hanya seminggu setelah gempa kuat dan gempa susulan yang menewaskan ribuan orang dan meratakan seluruh desa di wilayah yang sama. Survei Geologi AS mengatakan pusat gempa terbaru berada sekitar 34 kilometer (21 mil) di luar Herat, ibu kota provinsi, dan delapan kilometer (lima mil) di bawah permukaan.
Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 7 Oktober meratakan seluruh desa di Herat. Gempa tersebut menjadi salah satu gempa paling merusak dalam sejarah Afghanistan. “Lebih dari 90 persen korban tewas dalam gempa yang terjadi pekan lalu adalah perempuan dan anak-anak,” kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laporannya pada Kamis (12/10).
Para pejabat Taliban mengatakan gempa sebelumnya menewaskan lebih dari 2.000 orang di seluruh provinsi tersebut. Pusat gempa berada di distrik Zenda Jan, wilayah sebagian besar korban jiwa dan kerusakan terjadi.
Gempa awal, beberapa kali gempa susulan, dan gempa kedua berkekuatan 6,3 skala Richter pada Rabu meratakan desa-desa, menghancurkan ratusan rumah yang terbuat dari batu bata lumpur yang tidak mampu menahan kekuatan tersebut. Sekolah, klinik kesehatan dan fasilitas desa lainnya juga roboh.
Selain puing-puing dan pemakaman, hanya ada sedikit yang tersisa dari desa-desa di perbukitan berdebu di wilayah tersebut. Jumlah penduduk yang masih hidup kalah jumlah dibandingkan relawan yang datang untuk mencari puing-puing dan menggali kuburan massal. Para penyintas sedang berjuang untuk menerima kehilangan banyak anggota keluarga.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








