Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau kondisi wilayah terdampak gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,2. Gempa mengguncang Kabupaten Karangasem, Bali, pada Selasa (13/12) pukul 18.38 WITA. BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak. Selain itu, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya 74 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar 4,6.
Rentetan gempa susulan yang terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, tidak menimbulkan peningkatan aktivitas vulkanis Gunung Agung di Pulau Bali, demikian keterangan Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa usai berkoordinasi dengan pihak Pos Pengamat Gunung Agung. “Kami melakukan koordinasi dengan Pos Pengamat Gunung Api Agung bahwa rentetan gempa tektonik yang terjadi di Kabupaten Karangasem tanggal 13 hingga 14 Desember 2022 tidak berdampak langsung pada aktivitas Gunung Api Agung,” kata Arimbawa, saat dikonfirmasi pada Rabu (14/12).
Di samping itu, pihaknya melansir data terkini kerusakan yang terjadi akibat gempa di enam kecamatan di Kabupaten Karangasem. Dari data tersebut diketahui setidaknya ada 42 bangunan rumah dan tempat ibadah yang rusak ringan.
Gempa yang berada di laut 23 km timur laut Karangasem dengan kedalaman 10 km dirasakan warga sejumlah wilayah. BMKG merilis intensitas kekuatan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Karangasem III – IV MMI, Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat III MMI, Tabanan, Kuta, Buleleng, dan Lombok Timur II MMI.
Namun, berdasarkan pernyataan BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sebelum gempa M 5,2 terjadi, beberapa gempa dengan magnitudo berbeda termonitor BMKG di sekitar Karangasem, yaitu M 4,8 berada 20 km timur laut Karangasem dan 4,7 timur laut Karangasem. Kedua gempa ini berada di kedalaman 10 km.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








