Puluhan ribu orang Turki terbangun dari tidur mereka pada Rabu (23/11) dini hari ketika gempa bumi melanda sekitar 14 kilometer di barat laut Duzce, Distrik Golyaka. Gempa magnitudo 5,9 yang melanda menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan dan melukai sedikitnya 80 orang, dengan 23 orang menerima perawatan di rumah sakit, kata Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) dalam sebuah pernyataan.
Gempa terjadi pada pukul 04:08 (02:08 CET) dan dirasakan di Istanbul, Ankara, dan bagian lain di wilayah tersebut. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 6,81 kilometer (4,2 mil). Tercatat 138 gempa susulan, termasuk satu dengan magnitudo 4,3. Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, yang tiba di Duzce segera setelah gempa tersebut, mengatakan tidak ada korban jiwa. Sementara itu, Gubernur Duzce Cevdet Atay mengumumkan bahwa sekolah ditutup pada Rabu (23/11). Provinsi Sakarya dan Bolu juga membuat pengumuman serupa.
Turki berada di atas garis patahan utama dan sering diguncang gempa bumi. Gempa tersebut terjadi 10 hari setelah negara itu mengadakan latihan gempa nasional untuk memperingati gempa tragis 23 tahun lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Turki telah mengintensifkan upaya untuk mempersiapkan kemungkinan gempa dengan melakukan latihan rutin.
Guncangan tersebut menghidupkan kembali kenangan akan bencana masa lalu ketika ribuan orang kehilangan nyawa selama beberapa dekade. Pada 1999, Turki dilanda dua gempa bumi yang mematikan. Salah satunya, berkekuatan 7,1 yang menewaskan 710 orang dan melukai 2.679, berpusat di Duzce.
Hanya tiga bulan sebelumnya, gempa berkekuatan 7,6 juga melanda Kota Izmit. Gempa tersebut terasa di Istanbul dan banyak daerah lainnya, menyebabkan kerusakan besar dengan sedikitnya 17.000 orang tewas.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








