Kelompok pemukim ekstremis Israel kembali melancarkan serangan terkoordinasi terhadap para petani dan lahan pertanian Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk Nablus, Al-Khalil (Hebron), Bethlehem, dan Lembah Yordan bagian utara. Serangan-serangan ini terjadi di tengah musim panen zaitun yang seharusnya menjadi masa kerja dan penghidupan bagi banyak keluarga Palestina.
Pada Sabtu (25/10), sekelompok pemukim yang dikawal tentara Israel menyerang para petani yang sedang memanen zaitun di kota Qabalan, selatan Nablus. Mereka juga merampas peralatan petani. Di Al-Khalil, kelompok pemukim lain menyerang petani di Kota Sa’ir, sementara tentara Israel menembakkan gas air mata untuk mencegah warga mencapai kebun zaitun mereka di dekat Beit Awwa.
Serangan serupa juga terjadi di Bethlehem. Para pemukim dari permukiman ilegal Ma’ale Amos merusak puluhan pohon zaitun di atas lahan seluas sekitar dua dunum milik warga Palestina Mahmoud Jabarin di daerah al-Qarm, desa al-Maniya. Jabarin bahkan diserang hingga lengannya patah dan kemudian diculik oleh tentara Israel, sementara para pemukim ilegal pelaku kekerasan dibiarkan bebas.
Di Desa Birin, tenggara Al-Khalil, puluhan pemukim menanam pohon di atas tanah milik warga Palestina di bawah perlindungan tentara Israel. Ketua dewan desa, Farid Burqan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk merebut lahan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa pelanggaran semacam ini kerap terjadi di wilayah Masafer Yatta dan Bani Na’im, petani Palestina dilarang mengakses tanah mereka, sementara pemukim sengaja melepaskan ternak ke ladang warga untuk menghancurkan hasil panen.
Di selatan Al-Khalil, kelompok pemukim juga mencoba menyerbu rumah seorang warga di Desa Susya, namun berhasil dihalau oleh penduduk setempat.
Sementara itu, di Lembah Yordan bagian utara, pemukim Israel memasang pagar di lahan pertanian milik warga Palestina di Khirbet al-Farisiya, sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menguasai wilayah tersebut dan mencegah warga asli mengakses tanah mereka menjelang musim tanam. Dalam beberapa bulan terakhir, ratusan dunum lahan di kawasan ini telah dipagari dan dikuasai pemukim sebagai bagian dari strategi perluasan wilayah kolonial dan pembersihan etnis yang terus berlangsung di Tepi Barat.
Sumber:








