Organisasi medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF) mengecam keras serangan brutal Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza, yang telah menjadikan wilayah tersebut sebagai “kuburan massal” bagi rakyat Palestina dan para pekerja kemanusiaan yang mencoba membantu mereka.
Dalam pernyataan resminya, MSF menyatakan bahwa sejak Israel melanjutkan agresinya pada 18 Maret 2024—mematahkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang sempat tercapai pada Januari—serangkaian serangan mematikan telah menunjukkan pengabaian total terhadap keselamatan warga sipil dan tenaga medis. Lebih dari 51.000 orang telah terbunuh sejak Oktober 2023, sepertiganya adalah anak-anak.
Amande Bazerolle, Koordinator Darurat MSF di Gaza, mengatakan bahwa “Kami menyaksikan secara langsung kehancuran dan pengusiran paksa terhadap seluruh populasi di Gaza. Tidak ada tempat yang aman, baik bagi warga Palestina maupun mereka yang ingin membantu.”
MSF menyoroti kegagalan sistem pemberitahuan kemanusiaan (Humanitarian Notification System) yang seharusnya menjamin pergerakan aman bagi pekerja bantuan. Saat ini, sistem tersebut hampir tidak memberikan perlindungan apa pun. Sejumlah fasilitas medis terpaksa ditinggalkan, sementara yang masih beroperasi menghadapi kekurangan pasokan medis kritis dan ancaman keselamatan yang terus-menerus.
Penutupan perlintasan Gaza sejak awal Maret—periode penutupan terpanjang sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023—memperparah krisis, menghalangi masuknya makanan, bahan bakar, dan obat-obatan. MSF menyebut bahwa mereka kekurangan obat nyeri, antibiotik, dan perlengkapan bedah penting.
Claire Magone, Direktur Jenderal MSF Prancis, menegaskan bahwa pembunuhan terhadap para pekerja kemanusiaan merupakan bukti nyata dari ketidakpedulian Israel terhadap hukum internasional. Sejak awal perang, sedikitnya 409 pekerja bantuan, termasuk 11 staf MSF, telah gugur. “Ini bukan kegagalan kemanusiaan, melainkan keputusan politik yang disengaja untuk melumpuhkan kemampuan suatu bangsa untuk bertahan hidup,” ujarnya.
MSF menyerukan penyelidikan internasional dan independen atas serangan terhadap tenaga bantuan dan menuntut diakhirinya blokade mematikan Israel serta perlindungan terhadap warga sipil dan pekerja kemanusiaan. Dalam situasi di mana bantuan nyaris mustahil diberikan, mereka memperingatkan bahwa penderitaan rakyat Gaza bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga hasil dari impunitas yang terus berlangsung.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








