Gaza kembali menghadapi ancaman bencana kemanusiaan yang serius, kali ini menyasar kelompok paling rentan, yaitu bayi baru lahir dan bayi prematur. Seorang sumber medis di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis, memperingatkan bahwa ratusan bayi kini berada di ambang kematian akibat kelangkaan total susu formula, menyusul blokade ketat Israel yang telah berlangsung lebih dari empat bulan.
“Bayi-bayi ini tidak punya waktu,” ujar Dr. Ahmad Al-Farra, Direktur Bagian Anak dan Kebidanan di Rumah Sakit Nasser. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit, pasar, hingga gudang organisasi medis internasional telah kehabisan susu formula. “Kami telah mencapai titik nol. Bayi prematur sangat membutuhkan susu khusus untuk bertahan hidup, namun saat ini tidak ada satu tetes pun yang tersedia.”
Unit neonatal rumah sakit menerima sekitar 22 bayi setiap harinya, mayoritas menderita malnutrisi dan gangguan penyerapan nutrisi. Sebanyak 25 bayi kini dirawat dengan kondisi darurat di ruang rawat khusus bayi, sementara ratusan lainnya yang dirawat di luar rumah sakit juga sangat membutuhkan asupan susu formula.
Stok terakhir susu formula tahap pertama untuk bayi di unit perawatan intensif neonatal hampir habis. Dalam kondisi darurat, staf medis bahkan mempertimbangkan untuk mengganti susu dengan larutan infus, yang dapat menimbulkan risiko ketidakseimbangan elektrolit darah—komplikasi yang dapat berakibat fatal.
Meski telah dilakukan berbagai seruan darurat selama dua pekan terakhir, dunia dinilai belum memberikan perhatian yang memadai. Situasi ini diperparah dengan gangguan internet dan komunikasi di Gaza, serta perhatian dunia yang kini lebih tertuju pada perang Iran–Israel.
Pada Rabu malam (18/06), pihak rumah sakit secara resmi memperingatkan akan datangnya bencana kemanusiaan, menyatakan bahwa ratusan bayi prematur dan bayi dalam inkubator terancam kehilangan nyawa akibat terputusnya suplai susu penting mereka. “Anak-anak ini tak punya waktu dan tak punya suara. Kementerian Kesehatan menyerukan kepada dunia: ‘Selamatkan nyawa mereka sebelum terlambat.’”
Sementara itu, UNICEF juga telah mengeluarkan peringatan mengenai memburuknya krisis gizi di Gaza. Makanan pendamping untuk bayi dilaporkan telah habis sepenuhnya di wilayah tengah dan selatan Gaza. Organisasi ini mencatat sekitar 10.000 bayi di bawah usia enam bulan sangat membutuhkan makanan pelengkap dan susu formula, serta memperingatkan bahwa banyak keluarga terpaksa menggunakan alternatif tidak aman yang dicampur dengan air tercemar—ancaman serius bagi keselamatan anak-anak.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/158551
https://www.#/20250620-hundreds-of-gaza-babies-at-risk-as-hospitals-run-out-of-baby-formula/







