Eskalasi pengeboman Israel di Jalur Gaza telah menargetkan beberapa fasilitas yang didanai donor di daerah Palestina yang diblokade. Israel melancarkan serangan udara tanpa henti di Gaza menyusul serangan lintas batas di kota-kota Israel pada 7 Oktober.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, lebih dari 5.600 unit rumah hancur total dan 9.000 unit serta 160 sekolah rusak akibat serangan Israel. Badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA, mengatakan 40 fasilitas yang dikelola PBB juga mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel sejak 7 Oktober.
Hampir setengah juta pengungsi Palestina diperkirakan berlindung di 93 sekolah yang dikelola PBB di Gaza, kata badan PBB tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut 170 fasilitas kesehatan di Gaza yang didanai donor asing terdampak pengeboman Israel.
Pekan lalu, Rumah Sakit Gaza Eropa, yang didanai oleh Uni Eropa, mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel di wilayah pantai tersebut. Serangan tersebut menyusul serangan mematikan terhadap Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Gaza selatan yang menyebabkan sedikitnya 471 orang tewas, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Perang di Gaza, termasuk pengeboman dan blokade total yang diluncurkan Israel sejak 7 Oktober, dimulai ketika kelompok Palestina Hamas memulai Operasi Badai Al-Aqsa. Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan respon atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan militer dan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Serangan tersebut kemudian dibalas Operasi Pedang Besi, yaitu peluncuran roket dan infiltrasi oleh Israel melalui darat, laut dan udara ke Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 5.791 warga Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








