Kesedihan menyelimuti empat anak kembar dari Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. Ibu mereka meninggal akibat serangan udara Israel selama agresi 2014. Namun demikian, mereka tetap mengenang ibu mereka dengan menjaga dan mewujudkan impian sang ibu, yaitu dengan menorehkan prestasi di sekolah.
Keempat anaknya mendapatkan nilai memuaskan dalam bidang keilmuan. Abdurrahman meraih angka 93,1; Abdullah meraih 81,6; dan Muhammad meraih 79,1. Sementara itu, Wadha Raafat al-Zaqzouq meraih angka 93,3 dalam bidang sastra.
Tidak mudah bagi keempat anak kembar tersebut untuk mengatasi rintangan, kesulitan, dan kesedihan setelah kematian ibu mereka. Pengeboman besar yang dilakukan oleh Israel di lingkungan Emirati, sebelah barat Khan Yunis, yang menyebabkan ibu mereka meninggal. Malam itu adalah peristiwa kelam bagi mereka.
—
Raafat al-Zaqzouq, ayah dari si kembar, mengatakan, “Sejak masa kanak-kanak, Ibu anak-anak senantiasa membersamai proses pendidikan mereka. Saya sampai berharap suatu hari nanti media akan datang kepada mereka untuk meliput keberhasilan mereka.”
“Hingga kini, si kembar merasa ibu mereka tetap hadir di sekitar mereka, selalu memanggil, sampai-sampai mereka terkadang tertawa ketika mengingat beberapa situasi. Dari tekad dan dukungan sang ibu, mereka memperoleh kekuatan dan kemauan hingga bisa mencapai keberhasilan. Mereka mengubah musibah itu menjadi hikmah. Mereka mendapat beasiswa dan keberhasilan di sekolah menengah,” tambahnya
Salah seorang anaknya berkata, “Berpisah dari ibu itu sangat sulit dan membuat saya berada di antara tantangan dan keadaan yang sangat sulit. Namun, saya memiliki pilihan untuk tetap bersedih ataukah berusaha memenuhi impian ibu. Alhamdulillah, apa yang kami cita-citakan kini tercapai, dan saya akan kuliah di universitas di bidang kedokteran, seperti yang kami impikan.”
Bagi Abdurrahman, kematian ibunya datang sebagai kejutan besar. Ia mengatakan, “Saya sedang kursus ketika menerima berita kematiannya. pada saat itu saya merasa lumpuh. Perasaan sedih dan frustrasi mendominasi saya, tetapi saya berusaha mengontrol diri dan memuji Allah atas takdir-Nya. Saya terus belajar dengan saudara-saudara saya dan kami bekerja keras bersama sampai kami berhasil. Saya mengharapkan lebih, tetapi kami puas dengan apa yang kami raih.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








