Husam Zomlot, Duta Besar Palestina untuk Inggris, mengatakan pengeboman Israel atas Gaza adalah kejahatan perang. Ia menambahkan bahwa pernyataan pro-Israel dari negara-negara seperti AS dan Inggris memberi ‘Israel’ “lampu hijau” untuk melanjutkan serangannya di daerah kantong pantai. “Anda melakukan pengeboman ke seluruh bagian kota Gaza yang terblokade selama 16 tahun terakhir melalui udara, darat, dan laut. Anda menyerang mereka sesekali dengan dalih informasi. Ini adalah kejahatan perang yang sangat jelas,” kata Zomlot kepada Al-Jazeera dari Ramallah.
“Di bawah hukum internasional, satu-satunya orang yang memiliki hak di sini adalah orang-orang yang terjajah. Mereka berhak membela diri, keluarga dan mempertahankan tanahnya. Oleh karena itu, seluruh pembicaraan tentang hak Israel untuk membela diri—untuk membela diri sesuai dengan pernyataan AS, pernyataan Inggris, beberapa pernyataan negara Barat – hanya memberi Israel lampu hijau untuk melanjutkan kebijakan pembunuhannya, untuk melanjutkan kejahatan perangnya.”
Selain itu, dalam sebuah wawancara dengan BBC, Zomlot mengatakan, “Kekerasan dan konflik antara Gaza dan ‘Israel’ benar-benar salah arah dan menyesatkan.” “Apa yang kami serukan kepada masyarakat internasional sangat jelas. Agresi ini harus berakhir. Blokade dan penjajahan Israel atas Gaza harus berakhir. Kebijakan kolonial Israel di Tepi Barat dan perluasan permukiman harus berakhir. Hukum internasional harus berjalan. Standar ganda sedang dipertontonkan, jika dibandingkan dengan posisi Ukraina. Ini benar-benar membingungkan,” tambah Zomlot.
Sejak Jumat sore, Israel telah meluncurkan serangkaian serangan udara dan tembakan artileri ke daerah kantong pantai. Israel mengumumkan dimulainya operasi militer baru terhadap Jihad Islam Palestina di Gaza, dengan operasi yang bernama “Breaking Dawn“. Serangan Israel menargetkan area yang berbeda, Khan Yunis dan Rafah di selatan Gaza, lingkungan Al-Shuja’iya dan Kamp Jabalia di utara, serta sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza tengah.
Sejauh ini, jumlah korban tewas dari pengeboman Israel di Gaza telah meningkat menjadi 41, termasuk 15 anak-anak. Lebih dari 311 orang terluka, termasuk setidaknya 100 anak-anak, semuanya berusia di bawah 18 tahun, Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi dalam pernyataan terbarunya.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








