Meningkatnya kekerasan oleh pemukim ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki dan agresi yang sedang berlangsung di Gaza, secara langsung terkait dengan dukungan AS untuk Israel, kata Presiden Palestina pada Sabtu (16/11).
Dalam sebuah pernyataan, Nabil Abu Rudeineh, Juru Bicara Kepresidenan Palestina, menyerukan “intervensi internasional yang mendesak untuk mencegah kehancuran lebih lanjut yang disebabkan oleh tindakan Israel.”
Ia menekankan bahwa “kebijakan berupa kecaman yang terus-menerus terbukti tidak efektif dalam mengatasi kekerasan.”
“Peningkatan terorisme dan pembangkangan Israel terhadap hukum internasional ini merupakan akibat langsung dari dukungan yang tak tergoyahkan dari Amerika Serikat,” katanya.
Ia lebih lanjut menekankan bahwa “terorisme Israel dan dukungan Amerika tidak akan membawa keamanan atau stabilitas ke kawasan tersebut.”
Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki karena agresi mematikan Israel di Jalur Gaza yang telah membunuh hampir 43.700 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak 7 Oktober 2023.
Sementara itu, di Tepi Barat lebih dari 783 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 6.300 lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Eskalasi ini menyusul pendapat penting Mahkamah Internasional pada Juli yang menyatakan pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina sebagai tindakan “ilegal”. Dengan demikian, Mahkamah Internasional menuntut evakuasi semua permukiman yang ada di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Pengamat internasional telah lama mengecam dukungan negara-negara Barat terhadap Israel karena dianggap terlibat dalam genosida di Jalur Gaza, khususnya AS.
Dukungan pemerintahan Biden, termasuk dengan memasok senjata ke Israel, disebut-sebut sebagai faktor yang menyebabkan Donald Trump mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris, calon pengganti Presiden Joe Biden, dalam pemilihan presiden AS minggu lalu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








