Puluhan aktivis hak asasi manusia Maroko berdemonstrasi di Ibu Kota Rabat pada Rabu (1/2) dalam solidaritas dengan Palestina, melawan kebijakan Israel, yaitu “pembunuhan harian rakyat Palestina di tangan penjahat Zionis.” Mereka juga mengecam normalisasi hubungan antara Maroko dan Israel pada akhir 2020. Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh Front Maroko untuk Mendukung Palestina dan Melawan Normalisasi, dan Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina. Keduanya dikenal karena pembelaan mereka yang terus menerus dan terbuka atas perjuangan Palestina di Maroko.
“Kami mengutuk keputusan fasis yang dibuat oleh pemerintah kolonial Israel terhadap rakyat Palestina,” kata Front tersebut, “dan mengutuk dengan sangat keras kebisuan internasional yang terlibat dengan pemerintah fasis-Israel sayap kanan dan keputusan rasisnya.” Front tersebut menyerukan faksi-faksi Palestina untuk “merapatkan barisan dan bersatu,” dan bertindak untuk mempertahankan “hak-hak sah” rakyat Palestina.
Front juga meminta kepada rakyat Maroko untuk meningkatkan mobilisasi dan kesadaran mereka dalam mendukung rakyat Palestina. “Kita semua harus bekerja berdampingan sampai normalisasi digulingkan, undang-undang yang mengkriminalkannya disahkan, Zionis diusir dari negara kita, dan konferensi Negev 2 berhenti diselenggarakan oleh Maroko.”
Maroko menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan pada 10 Desember 2020 setelah mediasi Amerika. Sebagai gantinya, Washington memberikan pengakuan atas kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, yang telah dipersengketakan antara Kerajaan dan Front Polisario sejak 1976.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








