• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Februari 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dua Bulan Gencatan Senjata: Gaza Masih Terperangkap dalam Krisis Tanpa Akhir

by Adara Relief International
Desember 9, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Dua Bulan Gencatan Senjata: Gaza Masih Terperangkap dalam Krisis Tanpa Akhir
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dua bulan setelah gencatan senjata, Gaza, tetap terjebak dalam lingkaran krisis tanpa solusi. Suara senjata memang mereda, namun kehidupan di sana masih menanggung beban luka yang belum pulih.

Meski dentuman bom tak lagi mendominasi hari-hari warga, kehancuran terus menghantui setiap sudut Jalur Gaza. Runtuhan bangunan, wajah-wajah yang diselimuti ketakutan, serta pelanggaran Israel yang berlangsung setiap hari menjadikan “keheningan” ini tak lebih dari jeda sementara yang penuh kecemasan. Luka genosida bukan hanya menghancurkan rumah dan infrastruktur, tetapi juga menghancurkan jiwa manusia.

Kondisi hidup pun masih sangat memprihatinkan. Jalan-jalan yang dulu ramai berubah menjadi ruang pucat dan sunyi. Kekurangan air dan listrik membayangi kehidupan sehari-hari. Anak-anak berjuang mendapatkan hak pendidikan di sekolah-sekolah darurat, sementara para dokter bekerja keras menyelamatkan nyawa dengan peralatan minim dan obat-obatan yang jauh dari standar.

Harapan yang sempat muncul setelah gencatan senjata seketika runtuh oleh kenyataan pahit di lapangan. Sebagaimana dilaporkan media Barat dan organisasi hak asasi manusia internasional, situasi Gaza nyaris tidak berubah.

Ilusi Berbahaya Bernama “Gencatan Senjata”

Baca Juga

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

The Guardian menilai bahwa istilah “gencatan senjata” justru menciptakan ilusi berbahaya seolah kehidupan di Gaza mulai kembali normal, padahal 2,2 juta warga Palestina kini terjepit di hanya 42 persen wilayah mereka sendiri, dibatasi oleh “garis kuning” yang ditetapkan Israel.

Media tersebut menyoroti pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang disponsori AS. Sejak 10 Oktober, lebih dari 360 warga Palestina telah terbunuh, dengan 70 di antaranya adalah anak-anak. Meskipun angka ini lebih rendah dibanding dua tahun masa agresi, angka rata-rata tujuh warga yang terbunuh setiap hari masih cukup untuk dikategorikan sebagai konflik aktif.

Amnesty International juga menegaskan bahwa Israel terus melakukan genosida di Gaza. Penggunaan istilah “gencatan senjata” justru berpotensi menyesatkan dunia dengan seolah-olah kondisi sudah membaik.

Tragedi semakin parah ketika hujan deras baru-baru ini menggenangi kamp-kamp pengungsian. Tenda-tenda rusak, air limbah meluap, dan risiko wabah penyakit meningkat tajam, menambah tumpukan penderitaan yang tampaknya belum berujung.

Dalam kondisi ini, “gencatan senjata” bukan berarti kedamaian. Bagi warga Gaza, ini hanyalah jeda yang penuh ilusi, sementara penderitaan terus berlangsung di balik reruntuhan.

Sumber: MEMO, Palinfo

 

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

PBB Kecam Israel Serbu Kompleks UNRWA di Al-Quds bagian timur

Next Post

Adara Turut Serta dalam Seruan Global untuk Menghentikan Likuidasi dan Genosida Melalui The Jerusalem Covenant Conference

Adara Relief International

Related Posts

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
24

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun,...

Read moreDetails
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Februari 6, 2026
15
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
15
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
23
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
20
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
32
Next Post
Maimon Herawati (SMART171, Indonesia), Maryam Rachmayani (Adara Relief International, Indonesia), Zuraidah Kornain (MWCQP, Malaysia) di The Jerusalem Covenant Conference.

Adara Turut Serta dalam Seruan Global untuk Menghentikan Likuidasi dan Genosida Melalui The Jerusalem Covenant Conference

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630