Dr. Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, untuk pertama kalinya muncul dalam kondisi tangan dan kaki terborgol sejak diculik oleh pasukan Israel pada Desember lalu. Pada Rabu (19/2) malam, media Israel menyiarkan video yang menunjukkan dirinya tampak kelelahan dan lemah saat dikawal oleh sipir penjara.
Abu Safiya dikenal sebagai salah satu dokter yang tetap bekerja di bawah gempuran bom Israel demi menyelamatkan korban luka di Gaza utara. Jurnalis Israel Yossi Eli, koresponden Channel 13, memposting video Abu Safiya dari Penjara Ofer, yang terletak di Beitunia, barat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki. Eli membantah klaim bahwa Abu Safiya mengalami penyiksaan, dengan mengatakan, “Kami menemuinya di Penjara Ofer, dan kondisinya sangat baik.” Ia juga menyebut bahwa Abu Safiya mengatakan ada tahanan Israel di rumah sakitnya dan ia merawat mereka.
Dalam video tersebut, Abu Safiya terlihat dikelilingi oleh sipir penjara. Keluarganya mengecam penggunaan video itu oleh media Israel tanpa mengungkap penyiksaan yang dialaminya. Dalam pernyataan di platform X, mereka menyatakan menolak setiap media yang menyiarkan video ini tanpa menyoroti teror psikologis yang dialami serta manipulasi pernyataannya. Keluarganya menegaskan bahwa mereka melihat Abu Safiya dalam keadaan tak berdaya dan itu seharusnya mendorong tindakan segera untuk membebaskannya.
Pada 28 Desember 2024, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa tentara Israel menangkap Abu Safiya di Gaza utara. Sehari sebelumnya, pasukan Israel menyerbu dan membakar Rumah Sakit Kamal Adwan, membuatnya tidak dapat berfungsi, serta menangkap lebih dari 350 orang di dalamnya, termasuk Abu Safiya. Pemandangan dirinya berjalan di tengah reruntuhan dengan mantel dokter putihnya, dikelilingi kendaraan militer Israel, menjadi simbol ketahanan rakyat Palestina dan memicu kecaman luas di dunia Arab serta internasional.
Menurut keluarganya, Abu Safiya mengalami penyiksaan berat dan kelaparan di dalam penjara Israel, sebuah klaim yang dikonfirmasi oleh pengacara yang baru-baru ini mengunjunginya. Organisasi HAM Al Mezan Center for Human Rights mengungkapkan bahwa pada 12 Februari, Kepala Komando Selatan Israel Yaron Finkelman memerintahkan penahanan Abu Safiya berdasarkan “hukum kombatan ilegal,” bukan melalui persidangan hukum yang wajar. Pengacara dari Al Mezan yang mengunjungi Abu Safiya di Penjara Ofer pada 11 Februari mendokumentasikan bukti bahwa ia telah disiksa dan diperlakukan dengan tidak manusiawi.
Seiring meningkatnya agresi genosida Israel di Gaza, Abu Safiya membayar harga yang sangat mahal. Pada 26 Oktober 2024, putranya, Ibrahim, terbunuh dalam serangan militer Israel terhadap rumah sakit. Sebulan setelahnya, pada 24 November, Abu Safiya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan rumah sakit, tetapi ia menolak pergi dan tetap merawat korban luka.
Sejak awal genosida Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, militer Israel secara sistematis menghancurkan sistem kesehatan Gaza dengan mengebom dan mengepung rumah sakit, memerintahkan tenaga medis serta pasien untuk mengungsi, dan memblokir pasokan medis, terutama di Gaza utara. Pada 19 Januari 2025, gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel mulai berlaku dan menghentikan sementara agresi genosida Israel yang telah membunuh hampir 48.300 warga Palestina, serta menyebabkan kehancuran besar dan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya terhadap Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








