Wahai Raja,
di depanmu ada penyair yang dadanya penuh dengan keluhan yang pahit
tentang Masjid al-Aqsa.
Apakah engkau mengunjunginya, atau datang sebelum kehilangannya?
Esok dan esoknya lagi, tidak ada yang tersisa
kecuali air mata kita yang runtuh
dan pipi yang kita pukuli.
(Abdurrahim Mahmud Abdurrahim, 1935)
Ingatkah dengan kisah Raja Abrahah yang diabadikan di dalam Al-Qur’an tepatnya pada surah Al-Fiil? Kala itu, menjelang lahirnya Nabi Muhammad Saw, seorang Raja dari Yaman bernama Abrahah menyerbu Tanah Suci Mekah dengan pasukan besar yang menunggangi gajah. Hatinya tersulut amarah lantaran orang-orang Arab lebih banyak yang mengunjungi Ka’bah di Mekah untuk berhaji daripada mengunjungi Yaman. Segala cara Abrahah lakukan untuk menarik pengunjung ke Yaman, termasuk membuat bangunan dari emas untuk menandingi Ka’bah yang ia beri nama Al-Qullais. Namun, karena usahanya tak membuahkan hasil, ia pun memutuskan untuk menyerbu Mekah dan menghancurkan Ka’bah.
Akan tetapi, tatkala Abrahah dan pasukannya hampir memasuki wilayah Ka’bah, burung ababil berdatangan dengan membawa batu-batu yang membara. Burung ababil melontarkanlah batu-batu itu ke arah Abrahah dan pasukannya, membinasakan mereka tanpa sisa, bahkan sebelum mereka sempat menyentuh Ka’bah. Kisah ini menunjukkan bahwa sekuat apa pun musuh, Allah pasti akan selalu menjaga tempat-tempat suci milik-Nya. Seperti perkataan Abdul Muthalib, kakek Rasulullah Saw, tatkala menyaksikan Abrahah memasuki Mekah, “Ka’bah adalah milik Allah, maka Allah yang akan melindunginya.”
Layaknya mengulang roda sejarah, kisah serupa juga terjadi saat ini. Di tanah Palestina, tepatnya di Kota Suci Al-Quds (Yerusalem), pemimpin kelompok sayap kanan Israel menyeru orang-orang Yahudi untuk melakukan pembongkaran Masjid Kubah Batu (Dome of the Rock/Kubba As-Sakhrah) yang terletak di kompleks Masjid al-Aqsa pada 29 Mei mendatang. Pembongkaran tersebut mereka lancarkan untuk memperingati Yom Yerushalayim atau Hari Yerusalem.
Hari Yerusalem merupakan hari libur tahunan Israel yang mereka rayakan pada hari ke-28 bulan Iyar dalam kalender Ibrani. Hari tersebut sebagai penanda peringatan akan peristiwa “penyatuan” kota Al-Quds ketika militer Israel menduduki Al-Quds Timur dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Israel kemudian mencaplok wilayah-wilayah Palestina, mengusir penduduk asli di wilayah tersebut. Meskipun tindakan Israel telah ditetapkan sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional, dunia seakan buta untuk melihat dan bungkam untuk bersuara.
Baca juga “Kedudukan Al-Aqsa bagi Umat Islam dalam Kitab Hadits Arba’in Maqdisiyyah (Bagian I)” di sini
“Hari Yerusalem, yang jatuh pada 29 Mei, adalah hari pembongkaran Dome of the Rock akan dimulai,” demikian Bentzi Gopstein mengatakan. Gopstein adalah pendiri dan pemimpin Lehava, sebuah kelompok sayap kanan Israel. Kelompok tersebut membagikan poster di media sosial yang memuat gambar ekskavator yang berada di samping Dome of the Rock, sementara poster lainnya menunjukkan ekskavator tampak membawa puing-puing masjid, berserta dengan kata-kata yang menyeru untuk menghancurkan Dome of the Rock.
Bentzi Gopstein, pemimpin kelompok Lehava (MEE)
Terjemah: Pada tanggal 28 Mei, kami akan datang untuk membongkar Dome of the Rock (MEE)
Lehava adalah kelompok yang Gopstein dirikan dan pimpin. Kelompok tersebut merupakan gerakan ekstremis yang berkembang hingga membentuk blok politik Zionis. Dalam bahasa Ibrani, Lehava berarti “nyala” dan merupakan akronim dari “pencegahan asimilasi di tanah suci”. Sesuai namanya, kelompok ini memiliki misi untuk mencegah “asimilasi Yahudi” dan “perkawinan silang” antara orang Yahudi dengan non-Yahudi.
Lehava bergerak dengan didasari oleh ideologi kahane. Ideologi tersebut meyakini pendirian negara Yahudi yang homogen yang mereka katakan berasal dari kitab Taurat. Ideologi tersebut menyerukan pengusiran total warga Palestina dengan paksa dari tanah mereka, dan pencaplokan Tepi Barat yang terjajah. Kahane juga percaya pada konsepsi Zionis tentang Israel Raya, yang menyatakan bahwa Semenanjung Sinai, Lebanon, Suriah, dan tanah yang membentang ke sungai Efrat di Irak sebagai “tanah air bagi orang-orang Yahudi”. Dan yang terburuk, Para pengikut ideologi ini menyerukan penghancuran Masjid al-Aqsa di Kota Tua Al-Quds.
Baca juga “Kedudukan Al-Aqsa bagi Umat Islam dalam Kitab Hadis Arba’in Maqdisiyyah (Bagian II)” di sini
Masjid al-Aqsa, tepatnya di bagian Kubah Batu atau As-Sakhrah, merupakan situs yang mereka yakini sebagai tempat Kuil Yahudi Kedua pernah berdiri, dan mereka akan membangun Kuil Ketiga di tempat tersebut. Pada Selasa, 24 Mei 2022, pasukan Israel telah melancarkan aksi mereka. Sekelompok polisi Israel menyerbu Kubah Batu bersama dengan perempuan polisi yang menyamar menjadi turis dengan mengenakan pakaian layaknya muslimah. Mereka melakukan tur provokatif di wilayah masjid, juga memberi perlindungan kepada 105 pemukim yang merangsek masuk ke masjid pada siang harinya.
Polisi perempuan Israel menyamar menjadi turis untuk memasuki Kubah Batu (Al-Qastal)
Kubah Batu sendiri merupakan bangunan yang terletak di alun-alun datar yang ditinggikan dan dikenal oleh umat Islam dengan sebutan al-Ḥaram al-Sharīf (Tempat Suci yang Mulia). Bangunan ini didirikan oleh Khalifah Umayyah, yaitu Abdul Malik bin Marwan, pada akhir abad ke-7 M. Batu yang berada di tempat kubah tersebut dibangun diyakini menjadi tempat Rasulullah saw. berpijak sebelum diangkat ke Surga, atau yang dikenal dengan Mi’raj. Di ujung selatan Kubah Batu.
Sementara itu, bagi orang Yahudi, situs ini disebut sebagai Temple Mount yang mereka yakini merupakan lokasi Kuil Yahudi pernah berdiri. Umat Yahudi juga meyakini bahwa mereka akan membangun kuil yang selanjutnya di wilayah tersebut, dengan arti lain, Kubah Batu harus mereka hancurkan terlebih dahulu untuk membuka jalan bagi pembangunan, tak peduli jika hal tersebut melanggar hukum internasional.
Baca juga “Kedudukan Al-Aqsa bagi Umat Islam dalam Kitab Hadis Arba’in Maqdisiyyah (Bagian III)” di sini
Kompleks Masjid al-Aqsa (IslamicGPS)
Demi melindungi situs tersebut dari penghancuran, para aktivis dari Al-Quds dan Palestina secara umum telah menyerukan untuk beritikaf dan salat di Masjid al-Aqsa dimulai sejak Jumat, 27 Mei 2022. Para aktivis juga mengarahkan petugas dan jemaah dalam jumlah besar untuk siap siaga melindungi Kubah Batu dan Masjid al-Aqsa dari pemukim Yahudi. Kepala Komite Al-Quds, Nasser Hadmi, mengatakan bahwa “Intersifikasi kesiapsiagaan dan kehadiran warga Palestina di halaman Masjid al-Aqsa merupakan satu-satunya jalan dan pilihan optimal untuk menggagalkan rencana pendudukan dan pemukim.”
Tak hanya dari umat Islam, umat Kristen di Al-Quds juga menunjukkan dukungannya terhadap Masjid al-Aqsa dan menyerukan untuk menjaga situs tersebut dari penjajah Zionis. Pastor Manuel Musallam selaku anggota Komite Islam-Kristen di Al-Quds menunjukkan dukungannya dengan mengatakan: “Hai orang Palestina, halangi Al-Quds dengan tubuhmu, biarkan satu juta orang Palestina naik ke sana; duduklah di alun-alun, jalan, dan pintu. Jangan tinggalkan sedikit pun ruang sehingga semut Zionis pun tidak bisa memasuki Al-Quds. Hari Al-Quds adalah hari milik tanah air dan rakyatnya. Kami akan mengorbankan darah kami demi Al-Quds; jika ia hidup, kami hidup, dan jika ia binasa, kami binasa bersamanya.”
Bahkan sejak eskalasi yang dilakukan Zionis pada bulan Ramadan lalu, kelompok Yahudi anti-Zionis telah mengecam segala bentuk penyerbuan yang dilakukan oleh pemukim dan pasukan Israel terhadap Masjid al-Aqsa. Neturei Karta, salah satu kelompok Yahudi anti-Zionis menyatakan bahwa penyusup Al-Aqsa adalah orang-orang yang jahat. “Orang-orang jahat ini melanggar perintah Tuhan. Dilarang bagi seorang Yahudi untuk menginjakkan kaki di tanah suci Al-Aqsa. Seorang Yahudi sejati tidak menantang muslim atau memprovokasi perasaan mereka. Kami, orang-orang Yahudi, melawan Zionis dan berjuang bersama saudara-saudara kami rakyat Palestina sampai akhir negara Zionis dan pembebasan tanah dari para perampas, atas izin Tuhan,” demikian pernyataan kelompok tersebut.
Baca juga “Manakah yang Lebih Baik untuk Saat Ini, Berdonasi untuk Palestina atau Berziarah ke Masjid Al-Aqsa?” di sini
Pastor Manuel Musallam (QudsNen)
Kelompok Yahudi ultraortodoks anti-Zionis (Wafa)
Masjid al-Aqsa telah bertahan melalui berbagai macam eskalasi dan upaya Yahudinisasi yang telah berlangsung puluhan tahun lamanya. Para penduduk Al-Quds dari generasi ke generasi telah menjadi saksi tindakan-tindakan provokatif yang dilakukan Zionis di dalam Masjid Suci al-Aqsa. Kini, ancaman sudah ada di depan mata, penduduk Palestina telah merapatkan barisan dan memperkuat pertahanan demi menjaga Masjid Suci. Saatnya kita juga membersamai mereka, meningkatkan syiar dan lantang bersuara demi mempertahankan Masjid al-Aqsa dari cengkeraman penjajah. Dan yakinlah kelak pada satu titik, layaknya pasukan Abrahah yang luluh lantak dihancurkan oleh batu-batu membara yang dibawa burung ababil, Allah akan menunjukkan kuasa-Nya juga di Masjid Al-Aqsa, membebaskan seutuhnya dari tangan-tangan kotor Zionis.
Salsabila Safitri, S.Hum.
Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-jerusalem-far-right-dismantling-dome-rock
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-lehava-extremist-group-marching-jerusalem
https://www.timesofisrael.com/police-chief-defends-route-of-controversial-jerusalem-day-flag-march/
https://english.alaraby.co.uk/news/israels-flag-march-wiping-out-palestines-identityhttps://www.jpost.com/israel-news/article-707037
https://alqastal.info/?p=20373
https://www.britannica.com/topic/Dome-of-the-Rock
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







