• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Dolly Salim, Gadis Belia yang Pertama Kali Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”  

by Adara Relief International
Januari 19, 2023
in Artikel, Biografi
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Dolly Salim, Gadis Belia yang Pertama Kali Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”  
217
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Bernama lengkap Theodora Athia Salim, Dolly lahir pada 26 Juli 1913, dari pasangan pejuang Indonesia, The Grand Old Man Haji Agus Salim dan Zaitun Nahar Almatsier. Dolly tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah karena ayahnya, Haji Agus Salim, tidak setuju dengan sistem pendidikan kolonial Belanda. Namun, kualitas intelektualnya dan pemahamannya tentang gerakan pemuda tidak perlu dipertanyakan. Hal ini tentu tidak lepas dari pendidikan yang diterapkan orang tuanya di rumah—atau lebih dikenal dengan istilah homeschooling. Dengan demikian, wajar jika pada usia belianya, Dolly sudah terbiasa dengan perjuangan gerakan pemuda.

Baca Juga

Nuzulul Qur’an Dua Fase Turunnya Al-Qur`an Bagi yang Mencari Keteguhan Jiwa

Bawa Harapan Akan Masa Depan, Sejumlah Institusi Pendidikan Gaza Kembali Dibuka setelah Dua Tahun

Dolly Salim masih berusia 15 tahun ketika ia mengikuti Kongres Pemuda II yang digelar di Jalan Kramat Raya nomor 106, Jakarta, pada 28 Oktober 1928. Meski bukan sebagai anggota kongres, ia datang dengan penuh semangat mewakili organisasi kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij), yang bernaung di bawah  Persatuan Pemuda Islam (Jong Islamieten Bond).

Kongres tersebut merupakan peristiwa bersejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, sebab ketika itulah para pemuda dari penjuru Nusantara berkumpul untuk mengikat diri dan kepentingan mereka di bawah ikrar Sumpah Pemuda. Para anggota kongres yang diutus dari penjuru Hindia-Belanda mengikat janji untuk bersatu: bertanah air Indonesia, berbangsa Indonesia, dan berbahasa persatuan, bahasa Indonesia. Pada Kongres itu pula lagu “Indonesia Raya” pertama kali dimainkan oleh Wage Rudolf Supratman dengan gesekan biola.

Ketika itu, WR Supratman datang sebagai wartawan dari surat kabar Sin Po yang ditugaskan untuk meliput Kongres Pemuda II pada 28 Oktober di Batavia (Jakarta). WR Supratman, yang juga seorang komposer, kemudian berinisiatif untuk menyebarkan salinan lagu yang dibuatnya kepada para pemimpin organisasi pemuda. Namun, untuk menyanyikannya, ada keraguan di kalangan pimpinan karena kongres tersebut diawasi penuh oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Akhirnya, seusai sidang pleno ketiga, lagu “Indonesia Raya” pun dibawakan dengan instrumen biola saja, tanpa dinyanyikan.

Ada getaran yang merasuki jiwa hadirin peserta kongres, hingga mereka sangat terpukau sekaligus terharu ketika mendengar “Indonesia Raya” dimainkan. Mereka menyambut hangat dan meminta agar lagu itu dinyanyikan beserta liriknya. “Hadirin segera senang dengan lagu itu dan minta diulang. Dolly, salah satu gadis remaja, putri sulung Haji Agus Salim, menyanyikan lirik lagu tersebut,” tulis Rosihan Anwar dalam Sejarah Kecil Petite Historie Indonesia Jilid 2, sebagaimana dikutip oleh Historia. Namun, ada bagian dari lirik asli lagu yang harus digubah karena adanya ancaman dari pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Kata “merdeka” pun digubah menjadi “mulia”.

“Saya tak mengerti kok pilihan itu tiba-tiba jatuh ke diri saya. Mungkin karena saya kebetulan duduk di barisan terdepan. Karena tidak ada panggung, saya diberdirikan di atas kursi supaya terlihat oleh seluruh hadirin,” sebut Dolly dalam Majalah Tiara, No. 03, Oktober 1982, seperti dikutip dari Historia. Dolly naik ke kursi, berseru lantang, “Indones..Indones.. mulia..mulia..” Peserta kongres pun menyanyi bersama. Sejak itulah, lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan setiap pembukaan atau penutupan kongres. Sesudah Indonesia merdeka, lagu tersebut dijadikan lagu kebangsaan Indonesia. Sementara itu, Dolly Salim disebut-sebut sebagai salah satu perempuan yang memiliki peran penting dalam Kongres Sumpah Pemuda.

Kini, 94 tahun telah berlalu sejak Sumpah Pemuda diikrarkan oleh pemuda dan pemudi Indonesia. Sumpah Pemuda bukan sekadar sumpah yang kemudian berakhir bersamaan dengan ditutupnya kongres, melainkan merupakan titik tolak bagi para pemuda untuk terus berjuang melepas belenggu penjajahan dan menjemput kemerdekaan.

Pada akhirnya, kata “merdeka” dalam lagu “Indonesia Raya” yang awalnya pernah dilepaskan dari lirik aslinya, kini dapat dinyanyikan dengan leluasa selama puluhan tahun; bahwa tanah air Indonesia telah sepenuhnya menjadi milik bangsa Indonesia, bahwa bangsa Indonesia sudah semestinya mengelola tanah air sendiri, serta bahwa bahasa Indonesia telah mempersatukan seluruh suku dengan bahasanya yang beragam. Selamat hari Sumpah Pemuda! (LMS)

 

Sumber:

https://historia.id/kultur/articles/dolly-salim-penyanyi-indonesia-raya-pertama-di-kongres-pemuda-D8eGA/page/3

https://historia.id/politik/articles/jalan-panjang-indonesia-raya-P1R0O/page/4

https://tirto.id/hari-sumpah-pemuda-dan-kisah-dolly-salim-nyanyikan-indonesia-raya-f6nE

https://www.kompas.com/stori/read/2022/04/13/080000779/biografi-agus-salim-the-grand-old-man-indonesia?page=all

https://www.suaramerdeka.com/nasional/pr-045324761/dolly-salim-dan-sejarahnya-bersama-indonesia-raya-dalam-sumpah-pemuda?page=2

https://nasional.okezone.com/read/2019/08/07/337/2089082/mengenal-sosok-perempuan-pelantun-lagu-indonesia-raya-pertama-dolly-salim?page=2

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: ArtikelIndonesia
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kiat Menjalin Pernikahan yang Harmonis

Next Post

Deteksi Dini Kanker Payudara, Selamatkan Kehidupan Perempuan

Adara Relief International

Related Posts

Anak-anak di Gaza menghafal Al-Qur’an di pengungsian.
Artikel

Nuzulul Qur’an Dua Fase Turunnya Al-Qur`an Bagi yang Mencari Keteguhan Jiwa

by Adara Relief International
Februari 18, 2026
0
23

  Dulu, orang-orang kafir pernah mempertanyakan, “Mengapa tidak Allah turunkan Al-Qur`an dalam jumlatan wahidatan atau secara sekaligus?” dengan nada penghinaan...

Read moreDetails
Anak-anak Gaza kembali bersekolah di sebuah tenda pengungsian (Al Jazeera)

Bawa Harapan Akan Masa Depan, Sejumlah Institusi Pendidikan Gaza Kembali Dibuka setelah Dua Tahun

Februari 10, 2026
39
Ilustrasi pengusiran penduduk Palestina (Decolonize Palestine)

Pembersihan Etnis, Pengusiran Paksa Penduduk Palestina dari Tanah Air

Februari 4, 2026
36
Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

Februari 2, 2026
129
Para pemukim memasang bendera Israel di pagar batu Masjid Ibrahimi di Hebron (MEMO)

Masjid Ibrahimi: Proyek Yahudisasi dan Penghapusan Paksa Identitas Islam di Seluruh Bagiannya

Januari 26, 2026
50
Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

Januari 20, 2026
1.2k
Next Post
Deteksi Dini Kanker Payudara, Selamatkan Kehidupan Perempuan

Deteksi Dini Kanker Payudara, Selamatkan Kehidupan Perempuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630