• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dokter Palestina: “Anak-Anak Gaza yang Kelaparan Bisa Meninggal ‘Bukan dalam Hitungan Minggu, Tapi Hari’”

by Adara Relief International
Agustus 11, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Bayi Palestina berusia lima bulan, Ammar Ammara, menderita malnutrisi parah di Kota Gaza, Gaza, akibat blokade dan serangan Israel yang terus berlangsung, 7 Agustus 2025. [Khames Alrefi – Anadolu Agency]

Bayi Palestina berusia lima bulan, Ammar Ammara, menderita malnutrisi parah di Kota Gaza, Gaza, akibat blokade dan serangan Israel yang terus berlangsung, 7 Agustus 2025. [Khames Alrefi – Anadolu Agency]

17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Seorang dokter Palestina di Gaza memperingatkan pada Jumat (08/08) bahwa tanpa intervensi mendesak yang menyediakan makanan dan obat-obatan terapeutik, anak-anak yang menghadapi kelaparan di wilayah yang terkepung itu bisa meninggal “bukan dalam hitungan minggu, melainkan dalam hitungan hari,”  lapor Anadolu.

Berbicara dalam pengarahan virtual yang dimoderatori oleh aktor dan aktivis Amerika Cynthia Nixon tentang kelaparan di Gaza, serangan terhadap layanan kesehatan, dan penahanan tenaga medis Palestina, Dr. Rana Soboh menggambarkan lonjakan “yang mengkhawatirkan” dalam angka malnutrisi akut parah di antara balita, khususnya di wilayah utara Gaza.

“Tahukah Anda apa yang terjadi di Gaza utara? Apa yang saya saksikan sungguh mengkhawatirkan,” kata Soboh, yang menjabat sebagai petugas gizi di Gaza untuk MedGlobal, sebuah organisasi kemanusiaan berbasis di AS yang aktif di wilayah Palestina.

Beberapa anak yang kami lihat sangat lemah sehingga mereka tidak bisa berjalan, tertawa, bermain, duduk, atau bahkan menangis. Mereka datang dengan infeksi, diare, masalah kulit, dehidrasi parah, dan komplikasi lainnya, dan seringkali kami tidak punya tempat untuk merujuk mereka. Beberapa fasilitas kesehatan yang tersisa berada dalam kondisi kewalahan, hancur, atau kekurangan pasokan.

Soboh menekankan bahwa merawat anak-anak yang kekurangan gizi akut merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan pemberian makanan terapeutik khusus, susu terapeutik, zat gizi mikro, antibiotik, dan pemantauan ketat.

“Tanpa bantuan ini, mereka bisa meninggal, bukan dalam hitungan minggu, melainkan hari,” ujarnya. Ia juga mendesak “akses kemanusiaan yang segera, aman, dan berkelanjutan ke Gaza utara” serta pengiriman makanan dan susu terapeutik tanpa penundaan.

Anak-Anak Terluka, Tapi Tidak Mendapat Perawatan

Dr. Majed Jaber, seorang dokter medis dari Gaza, juga berbicara dalam pengarahan tersebut. Ia menceritakan kasus seorang anak yang mengalami anoksia otak—kekurangan oksigen—setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh tentara di lokasi distribusi GHF yang didukung AS dan Israel. “Tiga perempat otaknya mati, dan pada dasarnya ia lumpuh,” kata Jaber.

Ia juga menceritakan pengalamannya merawat tiga remaja dengan luka tembak pada awal pekan ini. Salah satu dari mereka meninggal dunia setelah mengalami henti jantung akibat kekurangan obat-obatan esensial. “Kami bahkan tidak punya Tylenol, obat hipertensi, atau antibiotik yang paling sederhana sekalipun,” kata Jaber.

“Kami (para dokter) harus berdebat dan meyakinkan diri mengapa pasien ini berhak mendapatkan satu botol obat yang tersisa … Bayangkan jika kita dipaksa untuk memutuskan siapa yang akan mendapatkan obat pereda nyeri sederhana dan siapa yang tidak.” Nixon, yang memoderatori panel tersebut, menyebut situasi ini sebagai “krisis hati nurani” yang menuntut perhatian dan tindakan global yang mendesak.

Penargetan Petugas Kesehatan

Dr. Thaer Ahmad, seorang dokter Palestina-Amerika dan anggota dewan MedGlobal yang telah melakukan beberapa perjalanan bantuan ke Gaza, menyatakan keprihatinannya atas penargetan dan penahanan para tenaga kesehatan, dengan mencatat bahwa hampir setiap direktur rumah sakit di Gaza utara telah “dibunuh atau diculik”.                                                            

“Jelas ada upaya yang disengaja untuk menghancurkan setiap peluang menyelamatkan nyawa di Jalur Gaza,” kata Ahmad. Ia menyebut Dr. Hassan Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, yang ditahan oleh Israel sejak akhir Desember.

Meskipun jet tempur, tank, dan pasukan darat memperluas invasi mereka, para pekerja kesehatan masih datang untuk bekerja meski dengan keadaan lapar dan kewalahan, tambahnya.

Lina Qassem-Hassan, ketua Dewan Direksi Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel (PHRI), memberikan rincian tentang penahanan Abu Safiya. Ia mengutip keterangan pengacaranya bahwa Abu Safiya telah kehilangan berat badan sebanyak 40 kilogram (88 pon) di penjara. Ia dipukuli dengan parah dan ditahan dalam kondisi kelaparan, mengalami penyiksaan dan isolasi, serta tanpa perawatan medis meskipun detak jantungnya tidak teratur.

“Kita bicara tentang lebih dari 300 dokter, perawat, dan paramedis yang ditangkap secara total,” kata Qassem-Hassan. Ia menambahkan bahwa lebih dari 100 tenaga kesehatan masih ditahan, termasuk 25 dokter, lebih dari 50 perawat, dan 30 paramedis — tidak ada yang didakwa melakukan kejahatan. Empat tenaga medis telah meninggal dunia dalam tahanan Israel, dan keberadaan jenazah mereka masih dirahasiakan, tambahnya.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Ia menguraikan kesaksian para pekerja kesehatan Palestina yang merinci “ritual penyiksaan” selama penahanan, termasuk pemukulan sistematis yang dikenal sebagai “penyambutan”, perampasan jam tidur, penyiksaan sensorik di ruangan yang disebut “disko” dengan lampu yang menyilaukan dan musik yang memekakkan telinga, kelaparan, penolakan perawatan medis, serta kekerasan fisik, mental, dan seksual.

Qassem-Hassan mendesak masyarakat medis internasional, jurnalis, dan pembela hak asasi manusia untuk mengungkap dan menyelidiki pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah Israel dan menuntut pembebasan tenaga medis yang ditahan.

“Semakin dini intervensi terhadap malnutrisi dilakukan, semakin besar peluang untuk mengurangi dampak jangka panjang,” ujar Qassem-Hassan, seraya memperingatkan bahwa tanpa tindakan, jumlah kematian anak-anak dan komunitas medis di Gaza akan terus meningkat.

Israel tengah menghadapi protes yang semakin meningkat atas genosida destruktifnya di Gaza. Lebih dari 61.200 orang terbunuh sejak Oktober 2023. Kampanye militer Israel telah menghancurkan Jalur Gaza, yang kini sedang dilaparkan habis-habisan.

 

Sumber: https://www.#/20250809-palestinian-doctors-warn-starving-gaza-children-could-die-not-in-weeks-but-days/ 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Anak Palestina Terbunuh Tertimpa Kotak Bantuan di Gaza, Jumlah Korban Kelaparan Meningkat Jadi 217

Next Post

Pelapor PBB Desak Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) usir Israel Demi Olahraga yang ‘Bebas Genosida’

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
24
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
BBPapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk situasi hak asai manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese, menghadiri unjuk rasa menentang serangan Israel di Gaza, di Madrid, Spanyol, pada 23 Juni 2025 [Dok. MEMO]

Pelapor PBB Desak Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) usir Israel Demi Olahraga yang 'Bebas Genosida’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630