Pasukan Israel menyerbu dan melepaskan tembakan ke dalam Rumah Sakit Turki di Tubas, Tepi Barat, menyebabkan kerusakan besar, pelanggaran hak pasien, dan intimidasi terhadap staf medis. Doctors Without Borders (MSF) melaporkan bahwa selama penggerebekan yang berlangsung hampir satu jam, lima staf medis ditangkap, satu orang terluka, dan pasien diancam akan dibunuh jika tidak menurut.
Pasukan Israel menghancurkan jendela, menembakkan peluru tajam serta bom suara di koridor rumah sakit, dan menyebarkan ketakutan luar biasa di kalangan pasien dan pengunjung. Serangan ini terjadi setelah dua warga Palestina terbunuh dan satu lainnya terluka akibat serangan udara Israel di dekat Aqaba. Jenazah dan korban luka dibawa ke rumah sakit, namun tentara Israel menyerbu fasilitas tersebut untuk menyita jenazah dan menangkap korban luka.
Menurut Dr. Mahmoud Ghannam, kepala unit gawat darurat, tentara mengepung rumah sakit secara brutal, memecahkan jendela, dan meneror semua orang di lokasi. Ia sendiri ditangkap, diikat, dan dipaksa meminta pihak administrasi rumah sakit menyerahkan jenazah, tetapi ia menolak.
Muhammad Samara, direktur umum rumah sakit, mengalami perlakuan serupa. Ia diikat, dihina, dan diancam akan ditembak jika tidak menyerahkan jenazah, tetapi tetap menolak dengan tegas. Selama serangan, tentara Israel bahkan melepaskan tembakan secara acak di lift rumah sakit, membuat pasien semakin panik. Jumana Daraghmeh, warga Palestina yang berada di sana, mengungkapkan ketakutan luar biasa akibat aksi brutal tentara, termasuk keberadaan penembak jitu di dalam rumah sakit.
Pasukan Israel akhirnya mundur setelah 45 menit, meninggalkan kerusakan dan kerugian material dalam jumlah besar. Sementara itu, orang-orang mengalami sesak napas, ketakutan, serta trauma mendalam. Doctors Without Borders mengecam keras serangan ini, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan perlindungan fasilitas kesehatan. Warga Tubas akhirnya dapat melangsungkan pemakaman korban setelah upaya tentara untuk menyita jenazah digagalkan.
Sumber:
https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








