Seorang perempuan Palestina berusia 20 tahun, Marah Abu Zuhri, meninggal di Pisa, Italia, pada Sabtu (16/8) setelah dievakuasi dari Gaza melalui operasi kemanusiaan pemerintah Italia. Ia tiba dalam kondisi sangat lemah dan menderita malnutrisi parah akibat berbulan-bulan hidup di bawah blokade yang memutus akses pangan dan layanan kesehatan.
Di Rumah Sakit Santa Chiara, Marah semula menjalani terapi untuk leukemia, mengikuti klaim otoritas Israel bahwa ia mengidap penyakit tersebut. Namun, hasil pemeriksaan membantah diagnosis tersebut sehingga dokter menghentikan pengobatan. Prof. Sara Galimberti, Direktur Hematologi Santa Chiara, menyatakan bahwa kondisi Marah menunjukkan gejala kelumpuhan akibat lama terbaring lemah. Ia hanya diberikan nutrisi berkalori tinggi dan transfusi darah, tetapi akhirnya mengalami gagal napas akut yang berujung henti jantung. Meskipun tidak dilakukan autopsi atas permintaan keluarga, para spesialis menegaskan bahwa malnutrisi jangka panjang sangat mungkin menjadi faktor penyebab kematiannya.
Laporan media Italia dan Anadolu menekankan bahwa kematian Marah mencerminkan krisis gizi dan kesehatan yang melanda Gaza. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 240 orang, termasuk 107 anak, telah meninggal akibat kelaparan, sementara lebih dari dua juta penduduk hidup di bawah pengepungan Israel yang semakin ketat sejak Maret 2025. Penutupan seluruh penyeberangan membuat bantuan kemanusiaan, termasuk pangan dan obat-obatan, terhenti, sehingga kelaparan, penyakit, dan keruntuhan layanan publik kian meluas.
Sejak 27 Mei, sedikitnya 1.898 warga Palestina terbunuh dan 14.113 lainnya terluka ketika berusaha mengakses bantuan kemanusiaan. Situasi ini diperparah oleh serangan Israel terhadap infrastruktur kesehatan, termasuk penghancuran sebagian Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina—satu-satunya pusat perawatan kanker di Gaza—dan sekolah kedokteran di sekitarnya.
Tragedi yang menimpa Marah menambah daftar panjang korban blokade dan serangan Israel. Hingga kini, lebih dari 61.700 warga Palestina terbunuh sejak Oktober 2023. Israel tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), sementara Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Sumber:
https://www.#/20250816-palestinian-woman-dies-of-malnutrition-in-italy-24-hours-after-being-evacuated-from-gaza/
https://qudsnen.co/italian-doctors-expose-israeli-claims-over-death-of-young-palestinian-woman/








