Dikepung dan Ditawan oleh Zionis #4
Pada pekan ketiga Mei, tentara kependudukan dilaporkan telah memberlakukan blokade ilegal di lingkungan Sheikh Jarrah. Dalam laporan Al-Jazeera, para penduduk memberikan kesaksian bahwa sekitar 3—4 orang tentara berjaga di setiap pintu rumah mereka dan tidak mengizinkan mereka keluar rumah. Selain itu, orang selain penduduk juga tidak diizinkan memasuki Sheikh Jarrah. Mohammed El Kurd mengatakan di twitter-nya pada 17 Mei bahwa tentara kependudukan Israel secara tidak resmi telah menjadikan Sheikh Jarrah sebagai zona militer.
Meski dikepung, warga Sheikh Jarrah tetap melawan. Mereka terus mengadakan demonstrasi yang mengakibatkan konfrontasi dengan tentara. Mohammed mengatakan bahwa tentara menyemprotkan cairan yang direkayasa secara kimia hingga masih menempel selama seminggu dan mengakibatkan alergi. Selain itu, peluru karet dan granat kejut juga banyak melukai para demonstran, tidak kenal umur ataupun gender mereka.
Pada awal Juni, polisi Israel menggerebek rumah El-Kurd dan menangkap Muna. Sebuah video yang diposting di media sosial merekam Muna dibawa dari rumah dengan tangan diborgol. “Jangan takut,” kata Muna kepada keluarganya, saat ia dibawa keluar rumah oleh polisi Israel. Sementara Mohammed yang saat penggrebekan itu tidak berada di rumah, datang ke kantor polisi dan menyerahkan diri setelah menerima panggilan.
![]()
Penangkapan keduanya langsung menuai protes yang berlangsung ramai di depan kantor polisi, menuntut agar mereka dibebaskan. Protes ini berujung pada kekerasan, pasukan Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut, melukai sekitar sepuluh orang. Akhirnya setelah beberapa jam, El-Kurd bersaudara dibebaskan. Mohammed dibebaskan dengan jaminan 5.000 shekel, dengan syarat dia harus menanggapi pihak berwenang jika dia dipanggil lagi untuk diinterogasi.

“Alasan penangkapan adalah karena kami mengatakan bahwa kami tidak akan meninggalkan rumah kami, dan mereka tidak ingin ada yang mengungkapkan pendapatnya, mereka tidak ingin ada yang mengatakan yang sebenarnya,” kata sang ayah, Nabil al-Kurd kepada Associated Press melalui telepon. “Mereka ingin membungkam kita.”
“Jelas bahwa ini adalah strategi untuk membungkam, menekan, dan menakut-nakuti orang,” kata Muna El-Kurd di halaman Instagram Sheikh Jarrah setelah pembebasannya. Sementara itu, polisi Israel mengonfirmasi bahwa penangkapan Muna disebabkan atas partisipasinya dalam “gangguan publik” di Sheikh Jarrah.
Baca kelanjutannya disini.







