Tentara Israel mengadakan sebuah sensus yang meningkatkan ketakutan penduduk akan pengusiran paksa di wilayah Masafer Yatta.
Menurut kepala Dewan desa, Khaled Younis, selama Jum’at sore, Sabtu, dan Minggu, tentara Israel telah menyerbu komunitas Palestina dengan ‘sensus’ tersebut. Para tentara mendatangi rumah-rumah penduduk untuk menanyakan kartu identitas serta foto para penduduk.
Sensus mencakup komunitas Al-Majaz, Al-Tabban, Al-Fakhit, Janba, Safi Al-Tahta, dan Khallet Al-Daba, yang berlokasi di wilayah yang menjadi target pengusiran. Sebelumnya, pengadilan tinggi Israel telah menolak petisi yang penduduk ajukan untuk menolak pengklasifikasian desa itu sebagai zona latihan militer.
Organisasi HAM B’Tselem mempublikasikan rekaman sensus itu dan menyebutkan dalam Twitter bahwa kejadian ini merupakan perkembangan serius atas persiapan pengusiran 1000 penduduk Palestina di Masafer Yatta. Menurut PBB, sekitar 1,200 Palestina termasuk 580 anak-anak akan menjadi korban atas penggusuran di komunitas ini.
Menurut data dari gerakan hak asasi manusia Israel Peace Now, saat ini ada sekitar 666.000 pemukim di 145 permukiman besar dan 140 pos terdepan ilegal di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds (Yerusalem) Timur.
Sumber:
https://www.#/20220613-israel-army-census-raises-fears-of-eviction-of-palestine-communities/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







