• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Diborgol dan Dipukuli, Begini Penyiksaan terhadap Warga Palestina di Kamp Penahanan Ofer Israel

by Adara Relief International
Desember 24, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Diborgol dan Dipukuli, Begini Penyiksaan terhadap Warga Palestina di Kamp Penahanan Ofer Israel

Penjara militer Ofer, yang terletak di antara Ramallah dan Beitunia di Tepi Barat yang diduduki. (AFP)

18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel dituding menyiksa warga Palestina di kamp penahanan Ofer, yang didirikan ketika agresi dimulai dan digunakan untuk menahan tawanan dari Gaza, demikian yang diungkapkan laporan baru.

Pusat penahanan yang dikelola oleh militer Israel itu terletak di sebelah Penjara Ofer, antara Al-Quds (Yerusalem) dan Ramallah di Tepi Barat yang diduduki. Menurut 19 kesaksian yang diberikan kepada  +972 dan Local Call, pusat penahanan tersebut telah dijadikan tempat penyiksaan dan penganiayaan terhadap tawanan Palestina dan mencerminkan apa yang telah terjadi di Penjara Sde Teiman yang terkenal kejam . 

Rami, mantan tawanan Palestina di Pusat Penahanan Ofer, menggambarkannya sebagai tempat yang tidak kalah bruta dengan Sde Teiman. 

“Kami disiksa dengan sangat parah,” kata Rami. “Kami dipaksa berlutut dengan tangan terikat sejak matahari terbit hingga tengah malam. Para penjaga memukuli setiap bagian tubuh kami. Saya disetrum setiap dua hari. Penyiksaan itu dilakukan terhadap semua narapidana tanpa kecuali,” imbuhnya.

“Semua tawanan di Ofer disiksa, dipukul, dan dipermalukan. Kami hanya diberi makan sekali sehari.”

Rami (42 tahun), pertama kali ditangkap oleh tentara Israel di Rumah Sakit al-Shifa di Gaza utara pada bulan Februari. Ia kemudian ditahan di Sde Teiman dan dipindahkan ke Ofer. “Saya pikir saya akan dikembalikan ke Gaza, tetapi saya dikirim ke penjara lain,” katanya.

Menurut kesaksian dari tawanan saat ini dan mantan tawanan, orang Palestina yang berada di Pusat Penahanan Ofer melaporkan perlakuan buruk yang parah, termasuk diborgol dan dibelenggu 24 jam sehari, tujuh hari sepekan – bahkan saat tidur, makan, dan menggunakan kamar kecil. Tawanan hanya diperbolehkan mandi sebentar setiap pekan.

Kesaksian juga menggambarkan pemukulan rutin oleh penjaga, kepadatan sel yang ekstrem, penghinaan dan kebersihan yang tidak memadai, serta terdapat satu laporan menyatakan pemukulan tersebut mengakibatkan kematian.

Mereka yang ditahan di kamp tersebut diklasifikasikan sebagai “pejuang yang melanggar hukum” dan tidak melalui proses hukum yang semestinya. Mereka didakwa mendukung terorisme dan ditahan tanpa batas waktu.

Menurut kelompok hak asasi manusia Israel HaMoked, per Desember 2024, Ofer menahan 1.772 warga Palestina yang diklasifikasikan sebagai “pejuang yang melanggar hukum”. Mereka berada di bawah kewenangan Dinas Penjara Israel (IPS).

Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan, sebuah organisasi tawanan Palestina, melaporkan pada Juli bahwa insiden penyiksaan di Ofer telah menargetkan warga Palestina yang dipindahkan dari Sde Teiman.

Sde Teiman menjadi sorotan setelah dilakukannya investigasi dan laporan pada awal tahun ini mengungkap penyiksaan berat yang dilakukan terhadap tawanan yang diculik dari Gaza setelah Oktober 2023.

Menyusul pengungkapan tersebut, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengonfirmasi bahwa kondisi di dalam penjara Israel “memang memburuk” sejak agresi di Gaza dimulai, seraya menambahkan: “Saya bangga akan hal itu.”

Rafiq, mantan tawanan Palestina yang ditahan di Sde Teiman dan Ofer, membandingkan kedua penjara tersebut. Ia mencatat bahwa Ofer mengizinkan tawanan untuk berdiri dan berdoa sambil membaca Al-Quran, sedangkan di Sde Teiman, tawanan dipaksa untuk berlutut sepanjang hari.

Mayoritas warga Yahudi Israel percaya tersangka pemerkosaan di penjara tidak seharusnya menghadapi tuntutan pidana. Namun, tidak seperti Sde Teiman yang menjadi sorotan, apa yang terjadi di Ofer sebagian besar diabaikan oleh media internasional.

Rafiq, pria berusia 59 tahun asal Gaza, menceritakan pengalaman mengerikan di kedua fasilitas tersebut. Ia menggambarkan penyiksaan, penghinaan, dan ketakutan terus-menerus bahwa dirinya tidak akan pernah bisa bertemu keluarganya lagi. 

“Salah satu pemuda yang ditahan bersama kami terbunuh saat dibebaskan. [Para tentara] memukul kepalanya, dan dia langsung meninggal,” katanya.

“Saya kehilangan 43 kg selama masa penahanan karena kekurangan makanan. Satu-satunya hal yang menghibur saya adalah memikirkan keluarga saya, yang membantu saya melepaskan diri dari kenyataan di penjara.”

Rafiq dibebaskan setelah sebulan ditahan, tetapi penyiksaan yang dialaminya telah membuatnya terluka secara fisik dan mental. “Tangan saya lumpuh karena penyiksaan dan harus mengonsumsi obat-obatan psikiatri yang berat. Saya berjalan puluhan kilometer setiap hari untuk menguras tenaga agar bisa tidur. Saya kehilangan kehidupan karena penahanan itu.”

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

 

Sumber: 

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Setiap Satu Jam, Satu Anak Terbunuh di Gaza

Next Post

Perempuan Palestina Ditembak dalam Serangan Militer Israel di Husan, Tepi Barat

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
18

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
16
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
13
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
31
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
15
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Perempuan Hamil Korban Paling Rentan Akibat Pengeboman Israel 

Perempuan Palestina Ditembak dalam Serangan Militer Israel di Husan, Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630