• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dia Menghilang di Hadapanku: “Anak-anak Gaza adalah Korban Paling Rentan dari Kelaparan yang Dipaksakan Israel”

by Adara Relief International
Agustus 5, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Dia Menghilang di Hadapanku: “Anak-anak Gaza adalah Korban Paling Rentan dari Kelaparan yang Dipaksakan Israel”
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

 

Di lorong sempit kamp pengungsi Khan Yunis, Yasmin Abu Soltan menggendong tubuh putrinya yang kurus dan nyaris tak bernyawa. Wateen, bayi berusia satu tahun, tak lagi menangis—hanya terengah-engah. Kulitnya berbintik, tulang rusuk menonjol, dan jari-jarinya tak lagi bisa menggenggam.

“Dia dulu menggenggam erat jemari. Kini tangannya hanya terkulai lemas. Saya hanya berharap bisa membuatnya hidup satu malam lagi,” kata Yasmin kepada The New Arab. Wateen lahir saat perang Israel di Gaza sedang berlangsung, di sebuah sekolah PBB yang dijadikan tempat perlindungan. “Tanpa cahaya, tanpa dokter, dan tanpa susu. Tapi dia bertahan dan lahir di bawah pengeboman—saya pikir dia bisa bertahan dalam situasi apa pun,” tambahnya.

Namun di Gaza, bertahan hidup bukan soal kekuatan. Susu bubuk tak tersedia, ASI pun berhenti mengalir. “Dokter bilang organ tubuhnya mulai berhenti bekerja,” kata Yasmin.

Di wilayah yang sama, Umm Zainab menggenggam selimut kecil milik putrinya, Zainab, yang meninggal tiga hari lalu karena kelaparan di usia enam bulan. “Dia menangis minta susu, tapi saya tak punya apa-apa. Dia meninggal dalam pelukan saya, matanya terbuka, seolah masih memohon,” tuturnya.

Rumah sakit kosong, rak-rak bantuan kosong, dan kelaparan membunuh warga satu per satu secara diam-diam. Dalam 24 jam terakhir, lima orang meninggal karena kelaparan, dengan total korban mencapai 180 jiwa, termasuk sedikitnya 93 anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Anak-anak Gaza bukan hanya kehilangan nutrisi, tapi juga identitas. Mereka tak lagi bermain atau belajar berjalan, melainkan terbaring diam dalam tenda dingin, menunggu ajal. Huda Abu al-Naja, 12 tahun, yang kini hanya memiliki berat 19 kilogram dari sebelumnya 30. Menderita penyakit celiac, ia tak bisa makan roti yang menjadi satu-satunya makanan yang ada. “Dia hanya bisa terbaring, bahkan air akan membuatnya muntah,” kata ibunya.

Tenaga medis di RS al-Shifa menggambarkan anak-anak yang datang sebagai “hampir tak bernapas, sudah tak bisa diselamatkan.”

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyampaikan pesan dari stafnya di Gaza: “Orang-orang di sini tidak hidup, tidak pula mati. Mereka mayat berjalan.” UNICEF menyebut situasi ini sebagai “mimpi buruk yang terjadi di depan mata,” dengan jumlah anak kekurangan gizi meningkat empat kali lipat sejak Januari.

Laporan Integrated Food Security Phase Classification mencatat lebih dari 470.000 orang di Gaza hidup dalam kondisi kelaparan ekstrem (fase 5), termasuk 71.000 anak dan 17.000 ibu yang membutuhkan bantuan nutrisi darurat. Jumlah anak yang membutuhkan perawatan gizi tahun ini telah melampaui proyeksi tahun 2025—menunjukkan betapa cepat krisis ini memburuk.

Baca Juga

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Meskipun dunia terus menyerukan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan, Gaza tetap terkepung. Bantuan masuk terlalu sedikit dan terlalu lambat. Pengepungan ini secara efektif menjadikan kelaparan sebagai senjata.

Di Deir al-Balah, Umm Yahya Awad setiap pagi mengunjungi makam putranya, Yahya, yang meninggal bulan lalu karena kelaparan di usia tiga tahun. “Saya mencoba memberinya apa pun—daun liar, air nasi, roti basi. Tapi tubuhnya terus melemah. Ketika saya membawanya ke rumah sakit lapangan, mereka bilang dia sudah meninggal,” ujarnya pelan. Kini ia datang ke makam bukan karena rutinitas, melainkan agar “Yahya tidak merasa sendirian.”

Di balik setiap angka, ada nama, wajah, dan harapan yang hancur. Anak-anak seperti Wateen, Zainab, Huda, dan Yahya bukan sekadar korban. Mereka adalah jiwa-jiwa kecil yang perlahan memudar di tengah dunia yang terlalu lambat bertindak.

Sumber:
https://www.newarab.com/news/gazas-children-are-disappearing-israeli-imposed-starvation

ShareTweetSendShare
Previous Post

Netanyahu Putuskan Kuasai Penuh Gaza, Abaikan Penolakan Internal dan Seruan Gencatan Senjata

Next Post

PBB: 96% Rumah Tangga di Gaza Menghadapi Kelangkaan Air

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
22

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
17
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
17
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
20
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
PBB: 96% Rumah Tangga di Gaza Menghadapi Kelangkaan Air

PBB: 96% Rumah Tangga di Gaza Menghadapi Kelangkaan Air

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630