• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Di Balik Deklarasi Trump: Realitas Aneksasi di Tepi Barat

by Adara Relief International
September 30, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Di Balik Deklarasi Trump: Realitas Aneksasi di Tepi Barat

Jumlah penghalang militer dan gerbang besi Israel telah mencapai hampir 1.000 dalam waktu yang relatif singkat, seiring para pemukim fanatik Israel merampas lebih banyak tanah, dan jalan-jalan khusus pemukim terus diaspal. [Getty]

27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan menolak aneksasi Israel atas Tepi Barat, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Jumlah pos militer dan gerbang besi Israel hampir mencapai 1.000, sementara permukiman baru terus dibangun, jalan khusus pemukim dipaving, dan warga Palestina semakin terkurung di komunitas mereka sendiri.

Bagi warga Palestina, ini bukan sekadar ancaman, melainkan aneksasi de facto. Lahan pertanian yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini telah dirampas. “Kami tidak lagi memiliki tanah. Dulu kami menanam, memanen, dan hidup darinya. Sekarang bahkan melihatnya dari jauh pun tidak bisa,” kata Khaled Abu Naim dari desa al-Mughayyir, timur Ramallah.

Baca Juga

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Selain perampasan tanah, Israel mulai membagikan izin khusus bagi warga Beit Iksa, Nabi Samwil, dan al-Khalayleh di barat laut Yerusalem untuk keluar dan masuk wilayah. Izin ini justru mengisolasi mereka, menjadikan wilayah itu semacam penjara terbuka tanpa layanan memadai. Menurut peneliti Ali al-Awar, langkah ini merupakan strategi sistematis yang didorong tokoh pemukim Yossi Dagan dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang mengalirkan dana besar untuk melegalkan pos-pos ilegal menjadi permukiman permanen.

Namun, pengumuman resmi aneksasi diyakini sulit dilakukan Netanyahu karena akan memicu penolakan internasional, terutama setelah gelombang pengakuan negara Palestina di berbagai forum dunia. Meski demikian, langkah-langkah di lapangan justru menguatkan arah aneksasi.

Salah satu contoh paling jelas adalah Kota Al- Khali (Hebron). Israel menangkap wali kota terpilih, Tayseer Abu Sneineh, lalu meningkatkan kontrol militer di kota itu. Sekolah-sekolah dirazia, buku peta Palestina disita, dan aksi protes dibubarkan dengan kekerasan. Al-Khalil secara bertahap dipisahkan dari Tepi Barat, mirip dengan skema yang dialami warga Palestina di Al-Quds (Yerusalem).

Bagi peneliti politik Mohamad Alqeeq, Al-Khalil dipilih sebagai proyek uji coba menuju aneksasi penuh Area C dan realisasi gagasan “Israel Raya”. Ia menilai Israel telah mengeksploitasi Perjanjian Oslo untuk melemahkan perlawanan, dan kini berusaha membubarkan masyarakat Palestina menjadi komunitas-komunitas terisolasi.

Menurutnya, kelemahan Otoritas Palestina, mulai dari represi terhadap perlawanan, korupsi, hingga krisis finansial turut membuka jalan bagi aneksasi. “Satu-satunya jalan penyelamatan adalah rekonsiliasi nasional Palestina dan membangun kembali rumah Palestina bersama. Jika tidak, Otoritas Palestina justru akan ikut serta dalam aneksasi dengan menutup jalan bagi rakyatnya sendiri,” tegasnya.

Sumber:
The New Arab

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Hancurkan Sektor Kesehatan Gaza Secara Sistematis

Next Post

Hapus Air Mata, Hadirkan Senyum: Bantuan Popok dan Sufor Sampai di Gaza Utara

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
10

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
10
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
11
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
11
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
10
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
26
Next Post
Hapus Air Mata, Hadirkan Senyum: Bantuan Popok dan Sufor Sampai di Gaza Utara

Hapus Air Mata, Hadirkan Senyum: Bantuan Popok dan Sufor Sampai di Gaza Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630