Komite Al-Quds (Yerusalem) Melawan Pembongkaran dan Penggusuran, menggambarkan bahwa pelanggaran Israel terhadap Masjid Aqsa merupakan tindakan agresi dan terorisme yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga memperingatkan tentang masa depan yang suram bagi tempat suci itu.
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (4/9), kepala komite, Nasser al-Hadmi, mengatakan bahwa kejahatan pendudukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa tidak dapat dilihat terpisah dari terorismenya di Gaza. Ia juga menambahkan bahwa pendudukan tersebut bertujuan untuk mengubah status quo Al-Aqsa.
Hadmi juga memperingatkan bahwa pemerintah Israel berupaya mengambil alih kendali penuh atas Masjid Al-Aqsa untuk meledakkan situasi menjadi kekerasan lanjutan.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa partai-partai sayap kanan Israel berupaya mengambil keuntungan dari situasi saat ini di wilayah-wilayah yang diduduki untuk meneruskan rencana mereka membangun kuil yang diduga sebagai pengganti Masjid Al-Aqsa.
Peringatan ini juga disampaikan oleh Nasser al-Din, Kepala Kantor Urusan Al-Quds (Yerusalem) di kelompok Hamas. Ia menekankan bahaya serangan dahsyat terhadap Masjid Al-Aqsa, serta menegaskan bahwa tindakan keras Israel akan meningkatkan kemarahan rakyat Palestina dan perlawanan mereka.
Al-Din juga menambahkan bahwa serangan ini akan dihadapi dengan lebih banyak konfrontasi.
Ia juga mengajak seluruh rakyat Palestina untuk memobilisasi dan menghadapi kejahatan Israel yang sedang berlangsung, dan menghadapi agresi Israel terhadap Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki.
Ia lebih lanjut mendesak bangsa Arab dan Islam, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan semua pihak terkait, untuk memikul tanggung jawab mereka dalam melindungi Masjid Al-Aqsa, yang rentan terhadap segala bentuk pengepungan, penindasan, dan pelanggaran.
Sebelumnya pada pagi hari, bertepatan dengan apa yang disebut “awal bulan Ibrani”, sebanyak 410 pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa, di bawah perlindungan ketat polisi pendudukan.
sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








