Dewan Ortodoks di Nazaret yang diduduki membatalkan acara penyalaan pohon Natal secara terbuka yang semula dijadwalkan berlangsung pada Ahad (14/12). Acara tahunan yang biasanya dihadiri ribuan orang tersebut dibatalkan akibat pembatasan keamanan Israel yang secara signifikan membatasi jumlah peserta.
Dewan menyatakan bahwa pembatasan tersebut akan menghalangi sebagian besar warga untuk berpartisipasi. Mereka juga menolak penerapan sistem tiket terbatas karena dinilai akan mengecualikan sebagian besar masyarakat dari perayaan tahunan tersebut.
Sebagai gantinya, Dewan Ortodoks menggelar konferensi pers darurat pada Jumat (12/12) malam dan melakukan penyalaan pohon Natal secara simbolis. Pohon Natal tetap akan dipajang di alun-alun utama kota selama lima pekan, sesuai tradisi, dan warga diimbau untuk mengunjunginya dalam beberapa hari ke depan.
Dewan sebelumnya telah berupaya bernegosiasi dengan kepolisian dan otoritas keamanan Israel untuk melonggarkan pembatasan, termasuk terkait jumlah pengunjung dan penutupan paksa usaha-usaha di sekitar lokasi. Mereka menegaskan bahwa perayaan Natal juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal. Menurut Dewan, jumlah peserta yang diizinkan tidak akan mewakili lebih dari 8 persen komunitas, sehingga bertentangan dengan semangat perayaan yang inklusif.
Ketua Dewan Ortodoks, pengacara Basim Asfour, menyebut pembatasan Israel sebagai tindakan yang “tidak masuk akal.” Ia menegaskan bahwa pihaknya menolak memihak kelompok tertentu dan ingin agar pohon Natal Nazaret menjadi simbol kebersamaan seluruh warga kota, serta mencerminkan martabat dan hak masyarakat untuk bergembira dan berpartisipasi.
Direktur Jenderal Pemerintah Kota Nazaret, Nahida Mansour, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Dewan Ortodoks. Ia mengajak masyarakat untuk tetap mengunjungi kota selama musim liburan dan menyebut pohon Natal sebagai “cahaya yang tidak boleh dipadamkan.”
Dewan Ortodoks memastikan bahwa persiapan pasar Natal dan rangkaian perayaan lainnya tetap akan dilanjutkan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Nazaret.
Sumber: Qudsnen








