• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Derita Para Ibu Palestina di Bawah Penjajahan Israel

 “Kami dipaksa untuk menjadi sipir penjara bagi anak-anak kami”

by Adara Relief International
Maret 27, 2023
in Berita Kemanusiaan, Perempuan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Mimpi Para Ibu Palestina Ucapkan Selamat Tinggal kepada Anak-anaknya
56
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dalam rangka Hari Perempuan Internasional, Action Aid Palestine (AAP) dan Alianza Por La Solidaridad (ApS) menyelenggarakan webinar yang dihadiri oleh lebih dari 90 panelis yang peduli dengan masalah impunitas dan akuntabilitas dalam hukum internasional. Termasuk yang dibahas adalah dampak strategi dan tindakan pendudukan militer Israel di Pendudukan Wilayah Palestina (oPt) terhadap perempuan.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Acara tersebut menyajikan perjuangan dan kehidupan sehari-hari perempuan di Kamp Pengungsian Jenin dan Shu’fat, perjuangan dan karya perempuan Palestina di Gaza, serta peran dan aktivitas perempuan muda Palestina di dalam wilayah jajahan Israel.

Di antara panelis yang hadir adalah Hanan Ashrawi, mantan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset dan mantan anggota Dewan Legislatif Palestina (PLC); Tony Abu Akleh, saudara laki-laki Koresponden Al-Jazeera Shireen Abu Akleh; Jihad Abu Zenaid, mantan anggota PLC dan seorang aktivis dari kamp pengungsi Shu’fat; Aya Zinati, seorang aktivis muda dari Israel; Farha Abu Heja, Direktur Organisasi Kay La Nansa dari Kamp Pengungsi Jenin; Amal Syam, Direktur Pusat Urusan Wanita di Gaza, dan Hurria Dofesh, seorang penduduk lingkungan Tel-Rumeida yang telah menanggung serangan harian para pemukim.

Mereka secara bergiliran mendiskusikan tantangan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1325 mengenai agenda komprehensif hak asasi perempuan yang membahas isu-isu pembangunan, perdamaian dan keamanan. “Rakyat Palestina kehilangan perlindungan hukum internasional dan hukum humaniter internasional, dan kami tidak melihat bahwa ada aturan hukum yang ditegakkan meskipun telah dikeluarkan UNSCR 1325,” kata Ashrawi dalam sambutan pembukaannya. 

“Kami adalah orang-orang yang kehilangan hak dan kedaulatan; kami tidak memiliki kendali atas sumber daya kami dan tidak mempunyai kendali atas hidup kami. Sebaliknya, Israel terus menikmati impunitas. Hal ini masih terjadi sementara dunia masih menutup mata,” lanjut Ashrawi

Terkait kondisi ibu-ibu Palestina di Al-Quds, Abu Zneid berbagi pengalaman tentang ibu-ibu Palestina yang anaknya berstatus tahanan rumah. Para ibu dipaksa oleh aturan hukum Israel untuk menjadi sipir bagi anak-anak mereka. Sebagian besar anak-anak yang menerima perintah penahanan rumah berusia di bawah 14 tahun. Selama masa perintah pengadilan, anak-anak tersebut tidak diperbolehkan pergi ke sekolah atau mengakses fasilitas kesehatan tanpa pengawasan. Dia mengakhiri intervensinya dengan mengatakan: “Perempuan Palestina seperti perempuan lainnya, mereka berharap setiap hari melihat anak-anak mereka kembali ke rumah dengan selamat”.

Panelis selanjutnya, Zinati, mengatakan bahwa perempuan juga mengalami berbagai bentuk persekusi, seperti persekusi politik yang lebih mengarah pada aktivitas digital dan aktivitas politik di ranah publik. Terbukti bahwa hak-hak digital perempuan Palestina juga dilanggar secara sistematis. Temuan laporan Hamleh pada 2022 menunjukkan bahwa ada 1.119 kasus pelanggaran hak digital yang terdokumentasi. Zinati memungkasi pandangannya dengan mengatakan: “Perempuan menanggung beban terbesar dari penghancuran rumah dan infrastruktur yang buruk di lingkungan dan desa Arab”.

Sementara itu, Abu Akleh menyoroti masalah pertanggungjawaban Israel dalam kasus pembunuhan yang menargetkan saudara perempuannya Shereen Abu Akleh, seorang koresponden Al Jazeera. Dia berbagi dengan hadirin bahwa keluarga Abu Akleh telah pergi ke banyak badan internasional, dan satu-satunya tanggapan yang mereka terima adalah bahwa Israel menikmati kekebalan dan keamanan Israel digunakan untuk membenarkan praktiknya. Dia berkata: “Alasan utama Israel terus menargetkan dan membunuh jurnalis, penghancuran rumah, dan praktik lainnya, adalah karena kurangnya akuntabilitas. Sudah waktunya untuk meminta pertanggungjawaban Israel”.

Menyoroti kehidupan sehari-hari perempuan Palestina di kamp pengungsian Jenin, Abu Al-Haija mengatakan kenyataan bahwa Jenin terus menjadi sasaran serangan Israel yang menjatuhkan korban, menimbulkan ketidakpastian bagi perempuan yang gelisah sepanjang hari tentang nasib keluarga dan anak-anak mereka sehingga mereka harus menjalani kehidupan dengan suara sirine dan agresi tentara Israel sepanjang hari, bahkan saat tidur. Dia menyimpulkan dengan mengatakan: “Dalam situasi ini, perempuan memainkan peran penting terutama dalam menjaga kohesi komunitas”.

Menyoroti tantangan di lapangan yang timbul dari pelanggaran pendudukan Israel terhadap implementasi UNSCR 1325, khususnya di Gaza, Syam menjelaskan bagaimana Gaza telah melalui lima perang dan blokade 17 tahun yang diberlakukan oleh pendudukan Israel yang memengaruhi semua aspek kehidupan. Laporan PBB pada 2012 memperingatkan bahwa pada tahun 2020 Gaza akan menjadi tempat yang tidak layak huni.

Berbagi realitas kehidupan sehari-hari di lingkungan Tel Rumeida, tempat yang sering terjadi serangan pemukim, Dofesh bersaksi bahwa “Ada pembatasan terhadap kebebasan perempuan, karena perempuan terus dihentikan di pos pemeriksaan. Kami menjalani kehidupan yang penuh kecemasan dan ketakutan tentang kehidupan putra dan putri kami saat mereka dalam perjalanan ke pos pemeriksaan. Kami juga ditahan berjam-jam ketika pos pemeriksaan ditutup karena alasan keamanan Israel. Namun, kami selalu memiliki dan menghadapinya dengan ketabahan.

Semua panelis mengakhiri intervensi mereka dengan tuntutan agar pengemban tugas internasional membuat pendudukan Israel bertanggung jawab atas pelanggarannya terhadap semua resolusi internasional, perjanjian, dan dokumen hak asasi manusia, serta mengambil langkah konkret untuk memperbaiki pelanggaran tersebut yang pada dasarnya sebagai langkah untuk mengakhiri pendudukan.

Sumber:

https://english.wafa.ps

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaPerempuanUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Militer Israel Serang Masjid Al-Aqsa pada Ramadan, Penduduk Palestina Dipukuli dan Diserang

Next Post

BNPB: Kabupaten Bogor Jadi Daerah dengan Tanah Longsor Terbanyak di RI

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
23
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
BNPB: Kabupaten Bogor Jadi Daerah dengan Tanah Longsor Terbanyak di RI

BNPB: Kabupaten Bogor Jadi Daerah dengan Tanah Longsor Terbanyak di RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630