Ahmad Manasra telah hidup menderita dengan rasa sakit dan kondisi psikologis yang parah. Dia ditangkap dengan tuduhan palsu dan dijatuhi hukuman 12 tahun saat usianya masih 13 tahun. Hukumannya diajukan banding sehingga dikurangi dua setengah tahun, menjadi sembilan setengah tahun. Ibu Manasra mengatakan bahwa kondisi psikisnya semakin menyedihkan karena Ahmad dijebloskan ke dalam sel isolasi selama 1 tahun dan diperpanjang selama 4 bulan, dijauhkan dari interaksi sesama manusia. Situasi selnya pun sangat buruk.
Mengunjungi Ahmad adalah kesulitan yang lain. Durasinya sangat singkat dan selalu ada kaca yang menghalangi ketika keluarganya datang untuk menjenguknya. Tidak ada sentuhan yang dapat meringankan kerinduan, terlebih pelukan untuk menumpahkan keresahan dan kesedihannya. Komunikasi saat kunjungan hanya melalui telepon yang ika terputus tidak disambungkan lagi. Padahal keluarga Manasra telah menunggu berbulan-bulan untuk kunjungan tersebut.
Pengacara yang turun tangan dalam kasus Ahmad masih berusaha untuk meringankan penderitaannya atas hukuman yang tidak adil dan tanpa dasar. Di sisi lain, pengadilan Israel terus mengeluarkan keputusan yang bertujuan untuk menekan Ahmad dan meningkatkan periode sel isolasi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








