Perempuan tawanan Palestina, Shorouq Dweiat (25), memasuki tahun kedelapan di balik jeruji penjara pendudukan Israel, menurut kelompok advokasi tawanan Palestina (7/10).
Dweiat adalah penduduk Desa Sour Baher, selatan Al-Quds (Yerusalem) yang ditembak oleh seorang pemukim Israel dan ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel pada 7 Oktober 2015. Ia ditangkap karena dituduh mencoba menikam seorang pemukim Israel. Saksi mata melaporkan bahwa dia dilecehkan oleh pemukim dan terluka parah akibat empat peluru yang bersarang di tubuhnya.
Dweiat kemudian dijatuhi hukuman 16 tahun penjara Israel oleh pengadilan pendudukan Israel pada 25 Desember 2016, dan juga didenda 80.000 NIS (sekitar $21.000). Sejak saat itu, ia telah dipindahkan ke beberapa penjara Israel dan saat ini ditawan di penjara Damon.
Menyusul keputusan pengadilan, Kementerian Dalam Negeri pendudukan Israel mengusir Dweiat dari tempat tinggalnya di Al-Quds. Mereka mengklaim ia melakukan “pelanggaran kepercayaan,”. Israel menggunakan kasus ini sebagai mekanisme untuk melanjutkan strateginya dalam melakukan serangan terhadap penduduk Palestina di Al-Quds. Amjad Abu Assab dari Komite Tawanan Palestina di Al-Quds mengatakan bahwa “ini adalah kebijakan rasis dengan tujuan membunuh semangat orang-orang Al-Quds dan mencegah manifestasi penolakan penjajahan di kota Al-Quds.”
Dweiat adalah seorang mahasiswa Program Studi Sejarah dan Geografi di Universitas Bethlehem. Dia lulus dari sekolah menengah, mencapai rata-rata 90% dalam ujian akhir nasional pada 2015. Ia merupakan salah satu dari 31 perempuan tawanan yang ditahan di penjara Damon Israel. Menurut kelompok advokasi tawanan, para perempuan tawanan menderita kondisi yang keras sejak penangkapan hingga di dalam penjara, termasuk kelalaian medis, penolakan pendidikan, penolakan kunjungan keluarga, termasuk untuk ibu dengan anak kecil, dimasukkan ke sel isolasi atau sel penuh sesak yang sering dipenuhi serangga dan kotoran, dan kekurangan cahaya alami.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








