Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin mengumumkan kematian bayi berusia 35 hari, Yousef Ahmad Kalloub, akibat cuaca dingin ekstrem di Jalur Gaza. Dengan ini, jumlah kematian bayi baru lahir akibat kondisi musim dingin yang keras meningkat menjadi delapan.
Serangan brutal Israel sejak 7 Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 45.800 orang, mayoritas wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 109.000 orang lainnya. Blokade ketat yang diberlakukan Israel di Gaza telah mendorong seluruh penduduknya ke ambang kelaparan, memperburuk kondisi bagi para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat.
Menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), cuaca ekstrem dan kurangnya tempat tinggal layak telah menyebabkan kematian tujuh bayi di Gaza–sebelum laporan terbaru tentang Yousef Kalloub. UNRWA juga menyatakan bahwa sebanyak 7.700 bayi yang baru lahir di Gaza, kekurangan perawatan yang dapat menyelamatkan nyawa mereka.
Pengungsi Palestina di Gaza kini terpaksa hidup dalam tenda-tenda yang terbuat dari kain dan plastik, di tengah kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Ketiadaan kebutuhan dasar seperti air, makanan, pakaian hangat, selimut, dan alat pemanas memperburuk penderitaan mereka selama musim dingin.
Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi tuntutan kasus genosida di Mahkamah Internasional akibat agresi mematikan yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Di tengah krisis ini, warga sipil Palestina, termasuk bayi-bayi yang tak bersalah, terus menjadi korban dari strategi penghancuran sistematis yang dilakukan Israel. Dunia internasional diharapkan mengambil langkah nyata untuk menghentikan penderitaan yang tak terbayangkan ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








