JAKARTA-Israel telah berulang kali melakukan pemutusan pasokan listrik ke Jalur Gaza sejak genosida dimulai. Tanpa adanya akses terhadap aliran listrik, Gaza bukan hanya tenggelam dalam kegelapan, namun juga menghadapi bencana kesehatan dan lingkungan yang serius. Pemadaman listrik berulang telah mengakibatkan banyak rumah sakit kesulitan beroperasi dan pabrik desalinasi air terpaksa tutup. Sebagai respon atas kebutuhan penduduk Gaza terhadap akses listrik, pada 2-9 November 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan UPS (Uninterruptible Power Supply) yang memberi manfaat bagi 500 orang di Rumah Sakit Asy-Syifa di Kota Gaza.

Media The New Arab menyebutkan bahwa Gaza kini telah berubah menjadi “rumah sakit tanpa dinding”. Para tenaga kesehatan, pasien, dan orang-orang yang berlindung di rumah sakit setiap hari berjuang di antara kondisi hidup dan mati karena runtuhnya fasilitas kesehatan akibat pemutusan aliran listrik. Alat-alat medis tidak bisa berfungsi, sedangkan setiap hari jumlah korban terus bertambah dan memenuhi rumah sakit yang sudah kekurangan tempat dan tenaga akibat genosida.
Sejak awal genosida, pemadaman listrik berulang telah menjadi cara Israel untuk menghancurkan sistem kesehatan dan lingkungan di Gaza yang membunuh penduduknya secara perlahan. Pelapor Khusus PBB, Fransesca Albanese, mengatakan bahwa tanpa adanya listrik, penduduk Gaza tidak bisa memperoleh air bersih, sedangkan listrik dan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi fasilitas-fasilitas kesehatan di Gaza untuk bisa merawat para pasien.
Di tengah kegelapan yang mengekang Gaza akibat pemutusan pasokan listrik, bantuan dari Sahabat Adara menjadi cahaya yang kembali menerangi Gaza. Pada 2-9 November 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan UPS (Uninterruptible Power Supply), yaitu sebuah perangkat yang menyediakan daya cadangan baterai sementara dan instan untuk elektronik yang terhubung ketika daya utama padam. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 500 orang di Rumah Sakit Asy-Syifa di Kota Gaza, menopang kembali fasilitas kesehatan yang nyaris runtuh akibat pemadaman listrik.



Bantuan dari Sahabat Adara telah membantu rumah sakit di Gaza kembali beroperasi di tengah keterbatasan sumber daya akibat genosida. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan perangkat listrik darimu telah membantu para tenaga medis untuk menyelamatkan ayah yang menafkahi keluarganya, ibu yang dirindukan anak-anaknya, juga anak-anak yang menjadi harapan orang tuanya. Bantuan darimu telah menjadi cahaya yang kembali menerangi gelapnya Gaza, dan semoga akan membawamu kepada kebaikan-kebaikan lainnya.








