• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

“Day of Shame”: Reaksi Dunia terhadap Persetujuan PBB atas Resolusi Gaza yang Disponsori AS

by Adara Relief International
November 19, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
“Day of Shame”: Reaksi Dunia terhadap Persetujuan PBB atas Resolusi Gaza yang Disponsori AS
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada Senin (17/11) malam, Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi rancangan Amerika Serikat yang mendukung rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri agresi di Gaza dan membentuk kerangka administrasi pascaperang. Sebanyak 13 negara memberikan suara setuju, sementara Rusia dan Tiongkok abstain tanpa menggunakan hak veto. Resolusi tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Resolusi 2803, menyerukan penerapan penuh rencana 20 poin Trump, mempertahankan gencatan senjata, serta membentuk mekanisme transisi baru bagi Gaza.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Resolusi ini mengesahkan pembentukan Peace Council, sebuah badan transisi dengan status hukum internasional yang akan mengawasi rekonstruksi Gaza, mengoordinasikan bantuan kemanusiaan, dan bekerja sama dengan berbagai lembaga operasional internasional yang bertugas meregulasi tata kelola sementara, layanan publik, serta pos perlintasan perbatasan. Melalui resolusi ini, bantuan kemanusiaan ke Gaza harus disalurkan melalui koordinasi dengan Peace Council dan dipastikan hanya digunakan untuk tujuan sipil. Di sisi lain, Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional lainnya diundang untuk membentuk dana rekonstruksi khusus.

Sebagai bagian dari kerangka keamanan, resolusi tersebut membentuk International Stabilization Force, yang akan beroperasi di bawah komando terpadu dan bekerja sama dengan Mesir serta Israel. Pasukan ini diberi mandat untuk melucuti senjata di Gaza, melindungi warga sipil, melatih polisi Palestina, mengamankan koridor bantuan, memantau gencatan senjata, serta mendukung pekerjaan Peace Council. Penarikan bertahap pasukan Israel akan dilakukan seiring meningkatnya kendali pasukan internasional. Keberadaan Peace Council dan seluruh struktur internasional ini dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2027, kecuali diputuskan lain oleh Dewan Keamanan.

Namun, sejak rancangan resolusi ini disusun, berbagai faksi Palestina telah memperingatkan bahwa rencana tersebut mengancam otoritas nasional Palestina dan memindahkan pengelolaan Gaza kepada lembaga internasional dengan kewenangan luas. Mereka menilai pendekatan ini merampas hak rakyat Palestina untuk mengelola urusan mereka sendiri, mengabaikan peran UNRWA, serta membuka jalan bagi upaya penundukan politik melalui mekanisme bantuan. Banyak faksi Palestina menegaskan bahwa isu persenjataan adalah urusan nasional yang tidak dapat dinegosiasikan sebelum berakhirnya pendudukan dan terwujudnya negara Palestina yang merdeka.

Setelah resolusi disahkan, Hamas menegaskan penolakannya. Kelompok tersebut menyebut resolusi itu sebagai bentuk perwalian internasional atas Gaza yang menguntungkan Israel dan menormalisasi pencapaian militeristik yang gagal diperoleh melalui perang. Hamas juga menolak keras keberadaan pasukan internasional dengan mandat pelucutan senjata, karena hal itu menjadikan mereka pihak dalam konflik, bukan aktor netral. Hamas menyatakan bahwa setiap kekuatan internasional hanya dapat ditempatkan di perbatasan, berada sepenuhnya di bawah pengawasan PBB, serta bekerja eksklusif dengan lembaga Palestina resmi. Mereka kembali menegaskan bahwa perlawanan terhadap penjajah merupakan hak sah yang dijamin hukum internasional.

Kelompok Jihad Islam juga menolak resolusi tersebut, menilai bahwa rencana ini memberlakukan perwalian asing, memisahkan Gaza dari wilayah Palestina lainnya, dan menggunakan bantuan serta akses perbatasan sebagai alat tekanan politik.

Di sisi lain, Otoritas Palestina menyambut baik resolusi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mengambil tanggung jawab penuh dalam pelaksanaannya, termasuk perlindungan warga, pencegahan pemindahan paksa, penarikan penuh pasukan Israel, rekonstruksi, serta pembentukan landasan menuju solusi dua negara.

Respons internasional bervariasi. Rusia menilai resolusi tersebut gagal menegaskan komitmen terhadap solusi dua negara, mengabaikan peran Otoritas Palestina, dan justru memperdalam pemisahan antara Gaza dan Tepi Barat. Rusia juga memperingatkan bahwa mandat pelucutan senjata menjadikan pasukan internasional sebagai pihak dalam konflik. Tiongkok menyampaikan kekhawatiran serupa, menilai bahwa struktur tata kelola Gaza dalam resolusi ini tidak mencerminkan kedaulatan Palestina dan memberikan peran minimal bagi PBB dalam rekonstruksi, sementara kendali utama justru berada di tangan AS dan badan internasional baru.

Di Israel, reaksi terbelah. Beberapa politisi menilai resolusi tersebut sebagai kegagalan pemerintah Israel dan ancaman terhadap keamanan nasional, sementara yang lain menyambut baik fokus pada pelucutan senjata Hamas.

Di tengah perdebatan tersebut, banyak analis menilai bahwa resolusi ini pada dasarnya melegitimasi pengawasan AS terhadap Gaza, dengan kehadiran International Stabilization Force dan Peace Council yang beroperasi di bawah kendali politik Washington. Proses ini dinilai berpotensi membuat Gaza berada di bawah pengawasan internasional selama bertahun-tahun, menunda pembentukan negara Palestina, serta menempatkan implementasi rencana pada risiko kebuntuan politik akibat penolakan dari kelompok perlawanan Palestina dan resistensi politik dari sejumlah pemimpin Israel.

Bagi banyak pihak, resolusi ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan perdamaian, namun sekaligus memperlihatkan betapa jalan menuju keadilan dan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina tetap panjang dan dipenuhi tantangan struktural.

Sumber: Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat: Jurnalis dan Anak Terluka dalam Serangan Israel

Next Post

Dua Warga Palestina di Gaza Selatan Dibunuh Tentara Isral meski Gencatan Senjata Berlaku

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
19

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Asap mengepul di atas permukiman di Gaza timur setelah pasukan Israel melancarkan serangan baru di dekat "Garis Kuning", meskipun mereka telah menarik diri menyusul gencatan senjata di Kota Gaza, Gaza, pada 18 November 2025. [Hamza ZH Qraiqea – Anadolu Agency]

Dua Warga Palestina di Gaza Selatan Dibunuh Tentara Isral meski Gencatan Senjata Berlaku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630