Israel dilaporkan telah meluncurkan gerakan permukiman baru pada Kamis (21/9), membuat jumlah lembaga yang bekerja untuk Yahudinisasi Masjid Al-Aqsa bertambah menjadi 47 organisasi. Gerakan permukiman baru ini akan mengadakan demonstrasi di depan rumah Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan sayap kanan, Itamar Ben Gvir, untuk menuntut agar pemukim Israel memperoleh izin melakukan semua ritual Yahudi di Masjid Al-Aqsa.
Sebelumnya, Persatuan Kelompok Temple Mount telah menyeru pemukim Israel untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa pada pertengahan September dengan alasan Tahun Baru Yahudi. Sebagai tanggapan, para aktivis dan pejabat Palestina meminta rakyat Palestina untuk mengintensifkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa dalam beberapa hari mendatang untuk menghadapi serangan pemukim yang meluas.
Pemukim kolonial sayap kanan berulang kali menyerang tempat suci umat Islam di Al-Quds (Yerusalem), terutama Masjid Al-Aqsa, dengan menggunakan hari libur Yahudi sebagai alasan. Pada Agustus 2023, setidaknya 3.891 pemukim kolonial Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa, melakukan ritual Talmud yang provokatif di halamannya. Sebagai bagian dari kesepakatan puluhan tahun antara Yordania dan Israel, non-Muslim tidak diperbolehkan melakukan ritual keagamaan apa pun di dalam Masjid Al-Aqsa, dan simbol-simbol Israel juga tidak diperbolehkan untuk ditampilkan, meski pada kenyataannya pemukim dan pasukan Israel masih sering melanggar aturan tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








