Sepekan menjelang Ramadan, Masjid Al-Aqsa dipenuhi oleh warga Palestina yang melakukan aksi bersama membersihkan masjid. Pada Sabtu, 26 Maret 2022, sekitar 10,000 orang meramaikan kompleks Masjid Suci yang merupakan kiblat pertama umat Islam ini untuk membersihkan setiap sudutnya, mulai dari taman-taman, halaman, hingga setiap bagian di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.
Kamp Pertama Al-Quds ke-13
Agenda bersih-bersih Masjid Al-Aqsa ini merupakan bagian akhir dari rangkaian “Kamp Pertama Al Quds”. Agenda ini diselenggarakan oleh Asosiasi Gerakan Islam Al-Aqsa di Palestina dan telah berlangsung selama 13 tahun. Sebagian dari para relawan datang ke Al-Quds dari wilayah jajahan 1948, dengan 150 armada bus, di samping kendaraan pribadi.
Masjid Al-Aqsa dipenuhi kegembiraan oleh kehadiran anak-anak, remaja, dan dewasa untuk bersama membersihkan Al-Aqsa, serta berpartisipasi dalam lokakarya seni dan budaya. Anak-anak membawa balon-balon, menyanyikan lagu menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan sukaria. Para fotografer mengambil gambar-gambar menarik saat warga Palestina bergembira ria menyiramkan air, menyikat dan mengepel kompleks masjid Al-Aqsa. Kegiatan bersih-bersih ini menjadi sebuah agenda yang menyenangkan karena mereka percaya bahwa pembersihan kompleks Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari upaya menjaga masjid suci bersejarah ini.
Selain kegiatan bersih-bersih, “Kamp Pertama Al-Quds” juga melakukan proyek renovasi rumah dan memberdayakan institusi yang ada di Al Quds. Mereka memberi bantuan medis dan dukungan untuk rumah sakit, serta mengadakan bazar. Mereka mendatangkan pelajar-pelajar ke Masjid Al-Aqsa, yang selain untuk menjadi pasukan bersih-bersih juga melakukan study tour, untuk mengenal situs-situs Masjid Al-Aqsa dan menghadiri lokakarya seni dan budaya yang diselenggarakan.
Melalui momen tarhib (penyambutan) Ramadan di Masjid Al-Aqsa ini, warga Palestina berharap agar narasi Palestina tetap terjaga. Keberadaan Masjid Al-Aqsa dan kota Al-Quds yang diberkahi merupakan simbol eksistensi bangsa Palestina. Mereka juga berharap agar mendapatkan kesempatan menyambut Ramadan di Masjid Al-Aqsa dalam keadaan telah dibebaskan dari penjajah.
“Harapan kami adalah bahwa suatu hari kami akan dapat melakukan (bersih-bersih) ini dalam kondisi merdeka,” tulis Adnan Abu Amer, seorang relawan yang mengambil bagian dalam aksi bersih-bersih ini, dalam akun twitter-nya.
Meningkatkan ketahanan pangan lokal
Sementara di Kota Nablus, Federasi Industri Pangan dan Pertanian meresmikan sebuah pameran pangan dan pertanian bertajuk “Our Food 2022″ pada Selasa (29/03). Sebanyak 40 perusahaan nasional yang beroperasi di Tepi Barat akan berpartisipasi dalam pameran tiga hari tersebut dan memasarkan produk mereka. Wakil ketua acara Fatah Mahmoud Al-Aloul mengatakan bahwa pameran itu diadakan pada malam bulan suci Ramadan untuk memperkenalkan produk-produk Palestina guna mendorong pembelian warga dan meninggalkan produk Pendudukan.

Menteri Ekonomi Nasional, Khaled Al-Aseeli, mengindikasikan bahwa pangsa industri nasional telah mencapai 80% di pasar Palestina. Sementara Gubernur Nablus, Ibrahim Ramadan, juga menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan dukungan terhadap produk lokal merupakan bentuk perlawanan terhadap pendudukan, dan penegasan identitas nasional Palestina.
Gubernur Nablus menyerukan pemboikotan barang-barang pendudukan dan meningkatkan permintaan barang dan produk Palestina, terutama mengingat tingginya permintaan barang saat mendekati bulan suci Ramadan.
Menyalakan Fanous
Momen Ramadan tahun 2022 atau 1433 H yang jatuh pada April—Mei ini juga bertepatan dengan peringatan Nakba yang ke-74, yang mencatat lebih dari 750.000 orang Palestina terusir dari rumahnya. Selain itu, Mei tahun lalu juga menandai agresi militer Israel ke Gaza yang menyebabkan 231 penduduk sipil terbunuh, termasuk diantaranya 65 anak-anak di bawah usia, 39 perempuan, dan 1212 warga yang terluka. Ratusan keluarga di Gaza sejak itu juga harus kehilangan para pencari nafkahnya.
Meski demikian, peringatan yang penuh kesedihan ini tidak menghalangi besarnya kegembiraan warga Gaza dalam menyambut Ramadan. Saat ini, pasar-pasar di Al-Quds dan Jalur Gaza telah dihiasi dengan fanous dan hiasan yang memenuhi tempat dalam berbagai bentuk, ukuran, dan jenis.

Menyalakan fanous adalah sebuah tradisi bagi bangsa Palestina dan Arab lainnya, sebagai bentuk kebahagiaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Setiap tahunnya, para pedagang bersemangat untuk menyediakan fanous dan dekorasi Ramadan dalam berbagai variasi yang sesuai dengan daya beli warga Palestina.
Terlepas dari buruknya situasi yang dialami oleh orang-orang di Palestina, mereka tetap bersemangat untuk menyambut Ramadan dengan menghias rumah-rumah dan jalanan agar Ramadan berlangsung meriah dan menyenangkan.
Sumber:
https://paltoday.ps/ar/post/438900/بالفيديو–والصور–طالع–الأسعار–فوانيس–رمضان–ت–زين–الأسواق–والشراء–لمن–لديه–القدرة
http://www.womenfpal.com/news/2022/3/27/13جمعية–الاقصى–تختتم–فعاليات–معسكر–القدس–اول–ا–ال
https://www.palinfo.com/news/2022/3/26/الاف–الفلسطينيين–يجهزون–المسجد–الاقصى–لاستقبال–شهر–رمضان
https://www.wafa.ps/Pages/Details/44119
https://english.alaraby.co.uk/news/thousands-palestinians-prepare-al-aqsa-mosque-ramadan
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








