• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Daftar Panjang Kejahatan Zionis terhadap Tawanan Palestina

by Adara Relief International
Juli 3, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Daftar Panjang Kejahatan Zionis terhadap Tawanan Palestina
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dari daftar panjang kejahatan keji yang dilakukan oleh rezim Nazi “Israel” di Jalur Gaza, ada satu yang jarang dibicarakan: perlakuan biadab yang dilakukan “Israel” terhadap tawanan Palestina. Mereka merampas hak-hak paling mendasar yang dijamin oleh Konvensi Internasional. Para tawanan juga berada dalam kondisi penahanan yang paling tidak bermartabat, kasar, dan penuh kekerasan.

Hukum internasional mengategorikan mayoritas tawanan Palestina sebagai tawanan perang. Mereka berhak atas perlindungan yang diberikan oleh Konvensi Jenewa III tentang Perlakuan terhadap Tawanan Perang. Aturan lainnya adalah tawanan yang tunduk terhadap ketentuan Konvensi Jenewa IV tentang Perlindungan Warga Sipil di Masa Perang. Namun, Israel menolak untuk menerapkan Konvensi ini kepada para tawanan Palestina.

Aturan kriminal terbaru yang diadopsi oleh Israel menyangkut rancangan undang-undang yang diajukan oleh partai  Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi). RUU ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi populasi penjara dan membebaskan diri dari ancaman teroris. Menteri Keamanan Nasional Zionis Israel, Itamar Ben Gvir pada Ahad (30/6) menyatakan bahwa mereka harus dibunuh dengan tembakan di kepala. 

Pada hari yang sama Dr. Muhammad Abu Salmiya, Direktur Rumah Sakit Al-Shifa dibebaskan setelah 7 bulan ditangkap. Selama penahanannya, tidak ada tuduhan yang terbukti terhadapnya. Dr. Salmiya melaporkan bahwa semua tawanan dipukuli, dihina, dan banyak yang tetap diborgol dan ditutup matanya selama beberapa hari. Para tawanan menghadapi kekurangan makanan, minuman, dan obat-obatan, serta terus menerima perlakuan biadab Israel selama penahanan. 

Selain itu, Israel mengamputasi kaki para tahanan yang menderita diabetes alih-alih mengobatinya. Ada beberapa kasus tawanan yang terluka namun Israel menjalani operasi tanpa anestesi, termasuk amputasi anggota tubuh atau pengangkatan peluru.

Presiden Dewan Legislatif Palestina, Abdel Aziz Dweik mengecam penyiksaan yang tak pernah terjadi sebelumnya yang dialaminya selama delapan bulan di penjara Negev. Menurutnya itu merupakan penjara terburuk di dunia.

Para tawanan yang diculik setelah 7 Oktober yang baru-baru ini dibebaskan kembali ke keluarga mereka dalam keadaan cacat, kehilangan berat badan, dan bahkan struktur wajah mereka berubah akibat pelanggaran kejam yang dilakukan oleh sipir Israel. Hal ini menyebabkan keluarga dan anak-anak mereka tidak dapat mengenali orang tua mereka.

Pelanggaran serius hak asasi manusia lainnya adalah pencurian organ tubuh para syuhada Palestina. Riyad Mansour, duta besar Palestina mengecam perbuatan tersebut.  Para profesional medis di Gaza melaporkan pencurian organ, termasuk kornea, koklea, jantung, hati, dan ginjal, dari tubuh tawanan setelah mereka dibebaskan.

LSM Euro-Med Monitor mendokumentasikan dan mengecam penyitaan puluhan mayat oleh tentara Israel dari Kompleks Medis Al-Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara.

Seorang dokter Israel, Meira Weiss mengungkapkan dalam bukunya Over Their Dead Bodies mengenai fenomena ini. Organ yang diambil dari warga Palestina yang telah meninggal digunakan dalam penelitian medis di sekolah kedokteran universitas Israel dan ditransplantasikan ke tubuh pasien Yahudi-Israel.

Penjara tersebut berfungsi sebagai laboratorium untuk pengembangan produk dan layanan militer Israel. Mereka memberi wewenang kepada perusahaan farmasi besar untuk melakukan uji klinis terhadap tawanan Palestina.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Saat ini, di Tepi Barat saja, sebanyak 9.450 tahanan Palestina menjadi sasaran pelanggaran serta 5.500 lainnya diculik sejak 7 Oktober di Jalur Gaza. Israel mengkriminalisasi segala bentuk perlawanan warga Palestina terhadapnya dan pemerintahan Israel secara berturut-turut telah menjadikan penjara sebagai instrumen utama penindasan dan hukuman bagi warga Palestina.

Menurut Yayasan Internasional Solidaritas dengan Tawanan, sejak 2015, lebih dari 20.000 tawanan telah berada di penjara Israel; dan sejak 1967, lebih dari 1 juta. Gerakan hak asasi manusia melaporkan bahwa 561 warga Palestina menjalani hukuman seumur hidup, 533 hukuman lebih dari 20 tahun, termasuk 40 wanita (beberapa hamil), 250 anak-anak (beberapa di bawah sepuluh tahun), 3.410 tahanan administratif, dan 15 wakil rakyat yang dipilih secara sah untuk Dewan Legislatif Palestina.

Informasi atau bukti yang memberatkan para tawanan bersifat rahasia dan tidak dapat diakses oleh tawanan atau pengacara. Penahanan administratif adalah salah satu metode penganiayaan apartheid Israel yang paling mencolok dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Di antara para tawanan terdapat banyak perempuan dan anak yang menderita kekerasan fisik dan psikologis. Mereka dilarang oleh pemerintah Israel untuk bersekolah dan memperoleh akses pendidikan. Padahal itu merupakan sebuah hak yang ditetapkan dalam perjanjian dan konvensi internasional.

Pembebasan tawanan Palestina dari penjara “Israel” dan perjuangan rakyat Palestina untuk meraih martabat demi kedaulatan dari sungai hingga laut, akan selalu bergantung pada solidaritas dan dukungan semua orang yang memperjuangkan keadilan dan penghormatan hak asasi di seluruh dunia.

Holocaust yang dilakukan oleh “Israel” terhadap warga Palestina tidak dapat dijadikan contoh. Karena model Nazisme dan apartheid di Afrika Selatan sedang digunakan oleh rezim Zionis untuk melakukan pemusnahan dalam 76 tahun pendudukan ini, yang wajah aslinya adalah kebencian terhadap rakyat dan pelanggaran berat terhadap tahanan Palestina.

Sumber: https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Penyakit Kulit Berbahaya Menyebar di Kalangan Anak-anak Gaza 

Next Post

UNRWA: Sekitar 250.000 Orang Mengungsi akibat Perintah Evakuasi di Khan Yunis 

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
26
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
UNRWA: Sekitar 250.000 Orang Mengungsi akibat Perintah Evakuasi di Khan Yunis 

UNRWA: Sekitar 250.000 Orang Mengungsi akibat Perintah Evakuasi di Khan Yunis 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630