Stunting memang masih menjadi masalah yang pelik, apalagi karena pencegahannya tidak cukup hanya dengan memberikan makanan bergizi seimbang pada anak. Langkah pencegahan stunting ternyata sudah harus dimulai pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), atau kira-kira sejak ibu hamil hingga anak berusia dua tahun. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Salah satunya dengan mengeluarkan Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan stunting. Perpres tersebut berisi 5 pilar dengan salah satunya adalah peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.
Salah satu upaya dalam pencegahan stunting adalah mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil melalui makanan sehari-hari.Ibu hamil memerlukan lebih banyak zat gizi dibandingkan orang-orang pada umumnya. Apabila ibu hamil tidak mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup, janin akan ikut mengalami kekurangan gizi sehingga pertumbuhannya pun terganggu.
Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan mineral, yakni zat besi, asam folat, kolin, magnesium, yodium, zinc, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D. Beberapa makanan yang dianjurkan bagi ibu hamil, yaitu sayuran hijau, susu dan produk olahannya, telur, daging rendah lemak, alpukat, ikan berlemak, dan kacang-kacangan.
Makanan bergizi tidak harus didapatkan dari makanan yang bernilai mahal atau impor, tetapi bisa dengan mudah didapatkan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Tanpa adanya energi dan zat gizi yang cukup, janin tidak dapat berkembang dengan optimal. Akibatnya, terjadilah masalah seperti kecacatan lahir, berat bayi lahir rendah, serta kondisi-kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya stunting di kemudian hari. Untuk memastikan kebutuhan gizinya tercukupi, ibu hamil bisa menerapkan strategi 5J yang terdiri dari langkah-langkah berikut.
- Jumlah kalori: ibu hamil membutuhkan tambahan kalori minimal 35 kkal/kg/hari.
- Jadwal makan: penting bagi ibu hamil untuk 3 kali makan besar dan 3 kali selingan.
- Jenis makanan: konsumsi 4 jenis lauk protein per hari yang terdiri atas protein hewani dan nabati.
- Jalur pemberian gizi: ini menentukan bagaimana makanan dari tubuh ibu dapat disalurkan ke janin dengan efektif.
- Penjagaan terhadap pelaksanaan: agar hasilnya optimal, ibu hamil perlu melakukan semua langkah pencegahan stunting dengan konsisten.
Selain itu, pemeriksaan rutin selama kehamilan juga tidak kalah penting. Pemeriksaan diperlukan untuk memantau tumbuh kembang janin, dan mendeteksi apabila terdapat masalah pada janin atau kesehatan ibu hamil. Dengan demikian, dokter bisa melakukan penanganan lebih awal dan menjaga kondisi kesehatan ibu hamil tetap baik.
Sumber:
https://dinkes.kalbarprov.go.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








